Konten dari Pengguna

Pengertian Ahlul Bait dan Orang-Orang yang Termasuk di Dalamnya Menurut Ulama

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Ahlul Bait. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Ahlul Bait. Foto: Freepik

Secara etimologis, ahlul bait terdiri dari dua kata, yakni ahlul dan bait. Akar kata ahlul adalah ahl yang bermakna famili atau keluarga, sementara bait berasal dari kata al bayta yang artinya rumah.

Menurut istilah, para ulama mendefinisikan ahlul bait sebagai anggota keluarga di dalam sebuah rumah. Quraish Syihab dalam kitabnya yang berjudul Tafsir Al-Misbah menerangkan bahwa ahlul bait adalah sebutan untuk para keluarga Nabi Muhammad SAW.

Namun, terkait siapa saja yang termasuk ke dalam ahlul bait Nabi Muhammad SAW, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Siapa saja orang-orang yang termasuk ke dalam ahlul bait Nabi Muhammad SAW? Ketahui selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Orang-Orang yang Termasuk Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW

Illustrasi Ahlul Bait. Foto: Freepik

Dalam kitab bertajuk Taqrib Baina Ahlus Sunnah Was Syiah oleh Dr. Nashir bin Abdillah bin Ali Al-qafary, mereka yang disebut sebagai ahlul bait adalah keluarga Ali, keluarga Ja’far, keluarga Aqil, keluarga Abbas, keluarga Bani Harist, serta para istri dan anaknya.

Mengutip buku Sunni dan Syiah: Mustahil Bersatu karya Kholili Hasib, ada pula ulama yang menyebut bahwa para istri-istri Nabi Muhammad SAW beserta mertua dan menantunya juga termasuk bagian dari ahlul bait tersebut.

Ibnu Katsir juga berpendapat bahwa istri Nabi Muhammad SAW termasuk ke dalam ahlul bait. Beliau berkata, “Orang yang memahami Alquran tidak ragu lagi bahwa para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam Ahlul Bait.” (Tafsir Alquran Al Adzim).

Syaikh Islam Taimiyah dalam kitab bertajuk Minhajus Sunnah memberitahukan bahwa yang termasuk dalam ahlul bait Nabi Muhammad SAW secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

  1. Keluarga Ali: Mencakup sahabat Ali sendiri, Fathimah (putrinya), Hasan dan Husain, beserta anak keturunannya.

  2. Keluarga Aqil: Mencakup Aqil sendiri dan anaknya, yakni Muslim bin Aqil sekaligus cucu-cucunya.

  3. Keluarga Ja’far bin Abu Tholib: Ini mencakup Ja’far sendiri serta anaknya, yaitu Abdullah, Aus, dan Muhammad.

  4. Keluarga Abbas bin Abdul Muttolib: Meliputi Abbas sendiri dan anak-anaknya. Mereka terdiri dari Abdullah, Abdurrahman, Qutsam, Al-harits, Ma’bad, Katsir, Aus, Tamam, dan para putri beliau juga termasuk di dalamnya.

  5. Keluarga Hamzah bin Abdul Muttalib: Mencakup Hamzah sendiri dan tiga orang anaknya, yaitu Ya’la, ‘Imaroh, dan Umamah.

  6. Para istri Nabi Muhammad SAW tanpa kecuali.

Sementara itu, ada pula ulama yang menyebutkan bahwa ahlul bait adalah orang-orang sholeh serta yang berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dari kalangan mereka. Al Imam Abu Ja’far At Thahawy berkata, “Ahlul bait Nabi Muhammad SAW, yaitu orang yang beragama dan berkomitmen dalam berpegang teguh dengan perintah beliau.

(NDA)