Pengertian beserta Contoh Dhomir Munfashil, Mutthasil, dan Mustatir

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dhomir dalam bahasa Indonesia disebut dengan kata ganti. Dalam bahasa Arab, dhomir merupakan Isim Ma’rifah yang digunakan untuk menggantikan atau mewakili penyebutan terhadap sesuatu, seseorang, hingga kelompok.
Dr. Abd. Aziz menerangkan dalam buku Mahfudhat Fadlailun Nabi Was Shohabah Cerdas Bersama Metode Tikrar, dhomir sering digunakan untuk menggantikan kata yang menunjukkan makna ia, kamu, saya, atau seseorang (berdua atau banyak, laki-laki atau perempuan).
Mengutip buku Mafatih Al-Ma’ath Fi Fahm Al-Imrithi karya H. Muhammad Ja’far Al-Harby, dhomir juga merupakan isim yang sama dengan mudhamar, yaitu lafadz yang digunakan untuk:
Mutakallim (orang pertama), misalkan seperti أَنَا (saya).
Mukhatab (orang kedua), misalkan أَنْتَ (kamu).
Ghoib (orang ketiga), misalkan هُوَ (dia).
Dhomir terbagi menjadi tiga macam, yaitu dhomir munfashil, dhomir mutthasil, dan dhomir mustatir. Berikut penjelasan masing-masing dhomir tersebut seperti yang dikutip dari buku Mahfudhat Fadlailun Nabi Was Shohabah Cerdas Bersama Metode Tikrar karya Dr. Abd. Aziz.
Dhomir Munfashil
Dhomir munfashil adalah dhomir yang terpisah, berdiri sendiri, dan tidak bersambung dengan kata lain. Artinya, penulisan dhomir munfashil harus dipisah dari isimnya. Contohnya:
هو طالِبٌ
Artinya: Dia (laki-laki) seorang pelajar.
أنْتَ نشيطٌ
Artinya: Kamu (laki-laki) rajin.
هي مُدَرِّسَةٌ
Artinya: Dia (perempuan) seorang guru.
أنتما صالحان/ صالحتان
Artinya: Kamu berdua (laki-laki atau perempuan) adalah orang yang sholeh atau sholehah.
هل أنتم صائمون ؟
Artinya: Apakah kalian semua (laki-laki) puasa?
Dhomir munfashil terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:
Dhomir munfashil yang dijadikan sebagai subjek. Contoh: هم طلاب (dia adalah seorang dokter).
Dhomir munfashil yang digunakan sebagai objek. Contoh: إياك (kepada kamu (seorang laki-laki)).
Dhomir Mutthasil
Dhomir Muttashil adalah dhomir yang bersambung dengan kata lain, baik dengan isim, fi’il (kata kerja), atau dengan huruf. Dhomir ini berkedudukan sebagai objek. Contohnya :
هذا كتابي
Artinya: Ini buku saya.
كتابنا على الرف
Artinya: Kitab kita di atas rak.
أين كتابك ؟
Artinya: Dimana kitabmu (laki-laki)?
ضع كتابكما على المكتب
Artinya: Letakkan kitab kalian berdua (laki-laki atau perempuan) di atas meja.
كانت الطالبات يقرأن كتابهن
Artinya: Semua siswi itu membaca kitab mereka (perempuan).
Dhomir Muttashil juga terbagi lagi menjadi tiga macam, yaitu:
Dhomir Muttashil yang dibaca rofa’.
Dhomir Muttashil yang dibaca nashob.
Dhomir Muttashil yang dibaca jar.
Dhomir Mustatir
Dhomir mustatir adalah dhomir yang tersembunyi dalam fi’il. Dhomir ini tidak tertulis, namun dapat diketahui dengan melihat format kata kerjanya. Contoh:
ذهب
Artinya: Dia (laki-laki) sudah pergi.
ذهبتُ
Artinya: Saya sudah pergi.
ذَهَبَ إلَى الْمَدْرَسَةِ
Artinya: Dia (laki-laki) sudah pergi ke sekolah.
ذَهَبْتُ إلَى الْمَدْرَسَةِ
Artinya: Saya sudah pergi ke sekolah.
أَذْهَبُ إلَى الْمَدْرَسَةِ
Artinya: Aku sedang pergi ke sekolah.
(NDA)
