Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimat Retoris dalam Bahasa Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kalimat Retoris. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kalimat Retoris. Foto: pixabay.com

Setiap penulisan karya dalam bahasa Indonesia pasti mengacu pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Terlebih ada beragam kalimat dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah kalimat retoris.

Dikutip dari buku Teks Anekdot karangan Millah Af’idah dan Silvia Sri Asmarani, kalimat retoris termasuk ke dalam unsur kebahasaan dari teks anekdot. Teks anekdot merupakan salah satu jenis teks cerita lucu dan mengesankan yang didasari oleh kejadian nyata.

Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa kalimat retoris banyak digunakan untuk menceritakan kejadian nyata yang lucu dan mengesankan. Untuk lebih jelasnya, simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimat retoris dalam uraian berikut ini.

Ilustrasi Kalimat Retoris. Foto: freepik.com

Pengertian Kalimat Retoris

Dikutip dari buku Berfikir Cerdas dengan Bahasa Indonesia karangan Rahma Barokah T.J., kalimat retoris merupakan kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban. Sebab jawabannya biasanya sudah tercantum dalam pertanyaan.

Kalimat retoris biasanya berfungsi sebagai penegas, sindiran atau penggugah. Kalimat retoris tidak memerlukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan secara gamblang, akan tetapi dapat diselesaikan dengan pilihan jawaban iya dan tidak.

Ciri-Ciri Kalimat Retoris

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 2 untuk SMK/MAK Semua Program Keahlian, kalimat retoris memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Berbentuk pertanyaan atau penegasan, terkadang menggunakan kalimat tanya.

  • Tidak memerlukan jawaban.

  • Orang yang mengajukan pertanyaan dan yang ditanya telah sama-sama mengetahui jawabannya.

Ilustrasi Kalimat Retoris. Foto: pixabay.com

Contoh Kalimat Retoris

Berikut contoh penggunaan kalimat retoris dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  • Mengapa kita berperang, bukankah sebaiknya kita berdamai saja?

Dalam kalimat retoris ini sudah dapat disimpulkan bahwa pilihan yang tepat dalam keadaan tersebut adalah berdamai. Kalimat retoris ini digunakan untuk menegaskan maksud tertentu.

  • Apakah manusia dapat membeli nyawa untuk hidup kembali?

Semua orang telah mengetahui jawaban dari kalimat di atas. Akan tetapi, kalimat retoris ini berfungsi untuk menyindir perilaku seseorang agar hatinya tergugah.

(DND)