Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif. Foto: Pixabay

Kalimat efektif mampu menimbulkan kembali gagasan pada pendengar atau pembaca seperti yang ada di pikiran pembicara atau penulis. Kalimat ini mengutamakan keefektifan informasi sehingga kejelasan kalimat dapat terjamin.

Kalimat efektif dapat diartikan sebagai kalimat yang mampu menjelaskan suatu persoalan secara lebih singkat, jelas, pada, dan mudah dimengerti. Dikutip melalui berbagai sumber, berikut ini ciri-ciri kalimat efektif:

Kesepadanan

Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan. Setidaknya memiliki dua unsur, Subjek (S) meliputi orang, benda, atau tempat dan Predikat (P) merupakan keterangan kegiatan.

Contoh:

  • Dalam buku ini membahas jenis kalimat. (Tidak efektif karena tidak ada subjek)

  • Buku ini membahas jenis kalimat. (Efektif)

Kesejajaran atau Keparalelan

Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Misalnya, jika bentuk pertama menggunakan nomina, maka bentuk kedua dan selanjutnya juga harus menggunakan nomina.

Contoh:

  • Ibu memotong sayuran dan dimasukkan ke mangkuk. (Tidak sejajar)

  • Ibu memotong sayuran dan memasukkannya ke mangkuk. (Sejajar)

Ketegasan

Ketegasan pada suatu kalimat adalah penekanan atau perlakuan menonjol pada ide kalimat. Ada beberapa cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat, yaitu:

  1. Meletakkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat. Contoh: Harapan saya adalah proyek yang kita lakukan berjalan lancar sesuai rencana.

  2. Membuat urutan kata yang bertahap. Contoh: Bukan hanya seratus, dua ratus, atau tiga ratus, tetapi jutaan rupiah telah disumbangkan kepada korban banjir.

  3. Melakukan pengulangan kalimat (repetisi). Contoh: Saya suka warna bajumu. Saya suka penampilanmu.

  4. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. Contoh: Rani itu tidak cerewet, tetapi pendiam.

  5. Menggunakan partikel penekanan. Contoh: Kamulah yang harus membersihkannya.

Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu. Kehematan bukan menghilangkan kata yang dapat menambah kejelasan kalimat, melainkan menghindari kata yang memiliki fungsi sama dalam kalimat. Kriteria penghematan kata, yaitu:

  1. Menghilangkan pengulangan subjek.

  2. Menghindari pemakaian hiponimi kata.

  3. Menghindari kesinoniman dalam satu kata.

  4. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh

  1. Karena saya tidak diundang, saya tidak datang ke pesta itu. (Tidak hemat) Karena tidak diundang, saya tidak datang ke pesta itu. (Hemat)

  2. Saya menggunakan baju berwarna biru. (Tidak hemat) Saya menggunakan baju biru. (Hemat)

  3. Saya berjalan kaki agar supaya lebih sehat. (Tidak hemat) Saya berjalan kaki agar lebih sehat. (Hemat)

  4. Para murid-murid sedang membersihkan kelas. (Tidak hemat) Para murid sedang membersihkan kelas. (Hemat)

Kecermatan

Kecermatan dalam kalimat efektif adalah kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan kata.

Contoh

  • Siswa sekolah yang terkenal itu menjadi juara pertama. (Tidak efektif karena menimbulkan dua tafsiran. Siswa yang terkenal atau siswa dari sekolah terkenal)

  • Siswa sekolah terkenal itu menjadi juara pertama. (Efektif)

Kepaduan

Pernyataan dalam suatu kalimat tidak terpecah-pecah. Kalimat disusun secara jelas dan tidak bertele-tele.

Contoh:

  • Liputan ini membahas tentang pentingnya mengatur keuangan. (Tidak padu)

  • Liputan ini membahas pentingnya mengatur keuangan. (Padu)

Kelogisan

Kelogisan adalah gagasan atau ide dapat diterima oleh akal. Logis atau tidaknya kalimat dapat dilihat dari maknanya.

Contoh

  • Tiara menduduki juara pertama lomba pidato. (Tidak logis)

  • Tiara menjadi juara pertama lomba pidato. (Logis)

(FEP)