Pengertian dan Contoh Tembang Gambuh yang Berisikan Nasihat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang gambuh merupakan jenis tembang yang berisikan ajaran untuk generasi muda. Di dalamnya, terdapat nasihat tentang panduan menjalin hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.
Beberapa kalangan ada yang memaknai kata “gambuh” sebagai sebuah kecocokaan. Kata ini juga dianggap memiliki arti yang sama dengan sikap bijaksana dan sepaham.
Artinya, seseorang yang gambuh dapat memposisikan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Ia mampu bersikap adil dan berbuat sesuai dengan porsinya.
Tembang gambuh bisa digunakan untuk mengiringi kesenian Dongkrek. Agar lebih memahaminya, berikut contoh tembang gambuh selengkapnya untuk Anda pelajari.
Pengertian dan Contoh Tembang Gambuh
Sebelum melihat contohnya, sebaiknya pahami terlebih dahulu pengertian dari tembang gambuh itu sendiri. Sederhananya, tembang gambuh merupakan jenis tembang yang berisi nasihat.
Mengutip buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang karya Bram Palgunadi, tembang ini memiliki watak ragu-ragu. Oleh karena itu, tembang gambuh sering digunakan untuk menampilkan suasana keraguan, tak berkeputusan jelas, tak jelas akhirnya, dan samar-samar.
Terkadang, tembang gambuh juga menggambarkan sikap mendua yang dilakukan oleh seseorang. Meskipun, gambuh dikenal sebagai tembang alit atau tembang macapat, namun dulu gambuh sebenarnya merupakan tembang tengahan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini contoh tembang gambuh selengkapnya yang bisa Anda simak:
1. Nasihat agar jujur
Aja nganti kabanjur
Barang polah ingkang nora jujur
Yen kebanjur sayekti kojur tan becik
Becik ngupayaa iku
pitutur ingkang sayektos
Tutur bener puniku
Sayektine apantes tiniru
Nadyan metu saking wong sudra papeki
Lamun becik nggone muruk
Iku pantes sira anggo
Ana pocapanipun,
Adiguna adigang adigung
Pan adigang kidang adigung pan esthi
Adiguna ula iku
Telu pisan mati sampyuh
Sumber: Serat Walangreh Pupuh III karya Sri Susuhunan
2. Tembang Gambuh untuk mengiringi Dongkrek
Ngleluri budoyo luhung
Ciptane leluhur kito Semangke kang cinatur
Riwayat dongkrek engkang asli
Asal saking Dusun Menjayan kang asli
Palang kaleng-gahanipun
Priyo luhur kang yoso Jamane kang kapungkur
Duk semono Menjayan kang usun
Katrajang eng pagablug akeh pepati
Tambah-tambah polah ipun
Kawulo ngudi usodo Berkah kang Moho Agung
Eyang Palang hang sakti kalangkung
Metu broto angento dongkrek mauwarni
Kinaryo mbrasto pageblug
Serno tapis tanpo siso Suko sukur yang Agung
Poro kawulo bingah kalangkung
Eyang Palang aparing dawuh sayekti
Sumber: Buku Kesenian Dongkrek: Internalisasi Nilai dan Ketahanan Budaya karya Muhammad Hanif, dkk.
3. Tembang Tengahan Gambuh
Sekar Gambuh ping catur
Kang cinatur polah kang kalantur
Tampa tutur katula-tula katali
Kadalu-warsa kapatuh
Katutuh pan dadi awon
Sumber: Kitab Wulang Reh karya Paku Buwana IV
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan tembang gambuh?

Apa yang dimaksud dengan tembang gambuh?
Tembang gambuh merupakan jenis tembang yang berisi tentang nasihat yang ditunjukkan kepada generasi muda.
Apa watak tembang gambuh?

Apa watak tembang gambuh?
Tembang ini memiliki watak ragu-ragu.
Bagaimana suasana tembang gambuh?

Bagaimana suasana tembang gambuh?
Tembang gambuh biasa digunakan untuk menampilkan suasana keraguan, tak berkeputusan jelas, tak jelas akhirnya, dan samar-samar.
