Pengertian dan Contoh Ukhuwah Wathaniyah dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep persaudaraan dalam Islam dikenal dengan istilah ukhuwah. Secara bahasa, ukhuwah berasal dari kata akha yang berarti memberi perhatian. Arti ini kemudian dikembangkan menjadi saudara atau kawan.
Prinsip utama dari ukhuwah adalah harus saling menyayangi antar manusia, khususnya sesama umat Muslim dengan menghilangkan segala penyakit hati. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Mila Amalia dalam buku Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Masa Pandemi Covid-19.
Secara umum, ukhuwah dibagi menjadi tiga kategori, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Apa yang dimaksud dengan ukhuwah wathaniyah dan seperti apa contohnya?
Pengertian Ukhuwah Wathaniyah
Secara etimologis, wataniyah berasal dari kata wathan yang apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi tanah air, tempat kelahiran atau kampung halaman. Sehingga, ukhuwah wataniyah dapat dimaknai sebagai saudara sebangsa dan setanah air meski berbeda agama dan suku.
Menurut M. Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Quran, Allah SWT menjadikan umat manusia berbeda-beda karena hal tersebut merupakan salah satu rahmat-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Al Maidah ayat 48 yang artinya:
“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.”
Selain itu, terdapat pula hadits dari sabda Rasulullah SAW mengenai persaudaraan sesama umat manusia, yakni: “Orang mukmin itu akrab dan bersatu. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak bersatu dan tidak akrab.” (HR. Ahmad, Ath-Thabarani dan Al Hakim).
Contoh Ukhuwah Wathaniyah
Berikut contoh ukhuwah wathaniyah yang perlu direalisasikan oleh umat Muslim seperti tertulis dalam buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil'̄alamin oleh Said Aqiel Siradj dan Mamang Muhamad Haerudin, yaitu:
Menyadari pentingnya merawat persaudaraan demi terciptanya bangsa yang damai dan sejahtera, seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Tidak beriman seseorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas RA).
Memahami dengan sepenuh hati bahwa seluruh lapisan masyarakat adalah saudara meski memiliki latar belakang yang berbeda.
Mampu mengontrol diri agar tidak saling menjatuhkan dan selalu berbagi informasi yang bermanfaat.
Mampu menjaga lisan dari hal-hal yang dapat menimbulkan mudharat atau kejahatan.
Hindari penggunaan media sosial yang berlebihan agar terhindar dari segala informasi palsu yang dapat menyebabkan perpecahan.
Diperlukan kehadiran figur publik yang mampu mempersatukan tali persaudaraan agar bangsa dapat selalu damai dan tentram.
Tidak mudah terpengaruh oleh golongaan atau kelompok tertentu yang ingin memecah belah persaudaraan bangsa dan tanah air.
Jika terjadi suatu pertikaian, segeralah saling berusaha untuk memperbaiki kesalahan tersebut, terlebih jika masalah itu berkaitan dengan urusan agama dan kebangsaan.
(NDA)
