Pengertian dan Fungsi Perencanaan Produksi dalam Ilmu Manajemen

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu manajemen, perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang jenis produk dan jumlah yang akan diproduksi oleh sebuah perusahaan dalam satu periode yang akan datang. Perencanaan produksi ini termasuk dalam bagian perencanaan operasional di dalam perusahaan.
Mengutip buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Teknik Komputer Jaringan (2018: 7), perencanaan produksi juga dapat didefinisikan sebagai proses memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai dengan yang dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baju, mesin, serta peralatan lainnya.
Dalam penyusunan perencanaan produksi, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah adanya optimasi produksi. Hal ini dilakukan supaya pelaksanaan produksi tersebut tidak membutuhkan biaya yang besar atau dengan kata lain dapat mencapai tingkat biaya yang paling rendah.
Terdapat 5 langkah perencanaan produksi yang meliputi:
Mempersiapkan rencana produksi mulai dari tingkat agregat untuk seluruh pabrik yang meliputi perkiraan permintaan pasar dan proyeksi penjualan.
Membuat jadwal penyelesaian setiap produk yang diproduksi.
Merencanakan produksi dan pengadaan komponen dari luar (bought-out items) serta bahan baku.
Menjadwalkan proses operasi setiap order pada stasiun kerja terkait.
Menyampaikan jadwal penyelesaian setiap order kepada para pemesan.
Jenis-Jenis Perencanaan Produksi
Berdasarkan jangka waktu yang tercakup, perencanaan produksi dalam suatu perusahaan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
Perencanaan Produksi Jangka Pendek (Perencanaan Operasional). Jenis perencanaan produksi ini menentukan kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam waktu satu tahun mendatang atau kurang. Tujuannya yaitu untuk mengatur penggunaan tenaga kerja, persediaan bahan, serta fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan pabrik.
Perencanaan Produksi Jangka Panjang, yaitu penentuan tingkat kegiatan produksi lebih dari satu tahun. Perencanaan produksi seperti ini dilakukan untuk mengatur pertambahan kapasitas peralatan atau mesin-mesin, ekspansi pabrik, dan pengembangan produk (product development). Karena itu, biasanya, waktu kegiatan produksi ini ditentukan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 5 tahun.
Tujuan Perencanaan Produksi
Adapun tujuan dari perencanaan produksi antara lain:
Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah produk.
Menetapkan jumlah saat pemesanan bahan baku serta komponen secara ekonomis dan terpadu.
Menetapkan keseimbangan antara tingkat kebutuhan produksi, teknik pemenuhan pesanan, dan memonitor tingkat persediaan produk jadi setiap saat. Membandingkannya dengan rencana persediaan dan melakukan revisi atas rencana produksi pada saat yang ditentukan.
Membuat jadwal produksi, penugasan, pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci, sesuai dengan ketersediaan kapasitas dan fluktuasi permintaan pada suatu periode.
Fungsi Perencanaan Produksi
Sementara itu, beberapa fungsi dari perencanaan produksi, yaitu:
Menjamin rencana penjualan dan produksi konsisten terhadap rencana strategis perusahaan.
Sebagai alat ukur performansi proses perencanaan produksi.
Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi.
Memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat penyesuaian.
Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target produksi dan rencana strategis.
Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadwal induksi produksi.
(ADS)
