Konten dari Pengguna

Pengertian dan Macam-Macam Isti'anah dalam Ajaran Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian isti'anah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian isti'anah. Foto: Pexels

Isti’anah merupakan istilah bahasa Arab yang merujuk kepada komitmen dasar seorang Muslim untuk beriman dan berperilaku. Dalam bahasa Indonesia, isti’anah artinya “meminta pertolongan” atau “memohon perlindungan”.

Isti’anah juga dapat dimaknai sebagai bentuk penyerahan diri secara sempurna kepada Allah SWT setelah berusaha melakukan upaya manusiawi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya secara maksimal.

Mengutip buku Al-Fatihah: Model Sistem Kehidupan Muslim karya Setiadi Ihsan, isti’anah sebenarnya mengandung dua makna penting, yaitu pesan untuk percaya kepada Allah dan menyandarkan segala urusan hanya kepada-Nya.

Dalam ajaran Islam, umat Muslim diperintahkan untuk senantiasa ber-isti’anah atau meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT. Dalam hadist Riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

Artinya: “Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah hanya kepada Allah.” HR. Tirmidzi (2516)

Lantas, apa yang dimaksud dengan isti’anah? Simak penjelasan mengenai arti dan macam-macam isti’anah dalam ulasan berikut ini.

Pengertian Isti’anah

Isti'anah artinya memohon pertolongan. Foto: Pexels

Agus Arifin dalam buku Mintalah Kepada-Ku menjelaskan bahwa secara bahasa, isti’anah berarti setiap perilaku yang berisikan permohonan, perlindungan, penghindaran terhadap sesuatu yang tidak diperintahkan Allah.

Menurut istilah, pengertian isti’anah adalah melakukan doa untuk memohon pertolongan dan menjadikan sabar sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana yang termaktub dalam Asurat Al-Baqarah ayat 45.

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Artinya: “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah[2]:45)

Macam-Macam Isti’anah

Ilustrasi macam-macam isti'anah. Foto: Pexels

Dalam buku Qur’anic Keywords: A Reference Guide, Abdur Rashid Siddiqui menafsirkan isti’anah secara lebih luas. Tidak hanya memohon pertolongan kepada Allah SWT, isti’anah juga diartikan sebagai tolong menolong antar umat manusia dalam hal kebaikan.

Sementara itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Tsalatsah Al-Ushul menjelaskan bahwa isti’anah terdiri dari lima macam, di antaranya:

1. Isti’anah kepada Allah

Isti’anah ini berarti merendahkan diri di hadapan Allah SWT, menyerahkan seluruh perkara, serta mempercayai bahwa hanya Allah yang mampu memberi kecukupan untuk dirinya. Dalam Al-Quran Surat Al-Fatihah ayat 4, Allah SWT berfirman:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 4).

2. Isti’anah kepada makhluk dalam perkara yang dapat dilakukan

Isti’anah yang dimaksud adalah memohon pertolongan atau memberi pertolongan kepada sesama umat manusia dalam hal kebaikan. Pertolongan berupa perbuatan dosa hukumnya haram bagi yang meminta maupun yang memberikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 2.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى

Artinya: “Dan tolong menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa.” (QS. Al-Maidah: 2)

3. Isti’anah kepada orang mati

Isti’anah dalam hal ini berarti meminta pertolongan kepada makhluk gaib atau orang yang sudah mati secara mutlak, baik kepada nabi, wali, dan lain-lain. Isti’anah jenis ini termasuk dalam perkara syirik dan pelakunya akan dimasukkan ke dalam golongan kaum Musyrik.

4. Isti’anah kepada orang yang masih hidup, namun ia tidak mampu membantu

Isti’anah kepada orang yang tidak mampu menolong termasuk dalam perbuatan yang sia-sia dan tidak berguna, karena makhluk tersebut tidak dapat melakukan apa-apa.

5. Isti’anah dengan amal shaleh dan keadaan yang dicintai Allah

Jenis isti’anah yang dimaksud dalam hal ini adalah memohon pertolongan dengan perantara amal-amal shaleh dan melakukan perbuatan yang diridhai oleh Allah SWT. Hal ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 153 yang berbunyi sebagai berikut.

اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

Artinya: “Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat.” (QS.Al-Baqarah: 153)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara beristi’anah kepada Allah SWT?
chevron-down

Salah satu cara beristi’anah kepada Allah SWT adalah melakukan amal shaleh dan perbuatan yang dicintai Allah, seperti sabar dan shalat (doa).

Bolehkah kita meminta tolong kepada manusia?
chevron-down

Memohon dan memberi pertolongan kepada sesama manusia dalam hal kebaikan sangat diperbolehkan sebagaimana tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 2.

Apa dalil tentang isti’anah kepada Allah?
chevron-down

Salah satu dalil tentang isti’anah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam hadist berikut: “Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah hanya kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

(AAA)