Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ragam Contoh Krama Lugu dalam Percakapan Bahasa Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aksara jawa, krama lugu Foto: Instagram/@bagolleol
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aksara jawa, krama lugu Foto: Instagram/@bagolleol

Dalam tradisi masyarakat Jawa, bahasa krama biasa digunakan ketika hendak berbicara dengan orang yang lebih dihormati. Tingkat kehalusan dan kesopanannya dinilai lebih tinggi daripada basa ngoko.

Bahasa krama umumnya digunakan dalam percakapan dengan orang yang memiliki status atau derajat lebih tinggi. Contoh kalimatnya biasa dipakai dalam acara formal yang memerlukan unggah-ungguh lengkap.

Dalam periode Jawa modern, bahasa krama terbagi ke dalam dua tingkatan, salah satunya adalah krama lugu. Seperti apa contoh kalimatnya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian dan Contoh Krama Lugu

Mengutip jurnal berjudul Kedudukan Bahasa Jawa Ragam Krama Pada Kalangan Generasi Muda karya Dewianti Khazanah, krama lugu adalah bentuk ragam krama yang kadar kehalusannya rendah.

Meski begitu, jika dibandingkan dengan ngoko alus, krama lugu tetap menunjukkan kadar kehalusannya. Masyarakat awam biasa menyebut krama lugu dengan sebutan krama madya.

Ilustrasi berbicara dengan krama lugu Foto: Getty Images

Tetembungan pada krama ini umumnya menggunakan tembung krama tanpa dicampur dengan tembung krama inggil. Kosakatanya terdiri atas leksikon rama, madya, netral atau ngoko, dan dapat ditambah dengan sedikit leksikon krama andhap.

Ragam krama lugu biasanya digunakan oleh orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua, orang membahasakan diri sendiri (ngajeni), orang yang baru saja bertemu, murid kepada guru, pembantu terhadap majikan, dan karyawan terhadap pimpinan.

Struktur atau pola kalimatnya berpatokan pada jejer (subjek) dan wasesa (kata kerja). Kemudian, Wasesa yang digunakan dalam kalimat akan disesuaikan dengan bentuk jejer.

Dirangkum dari buku Bahasa Jawa XB karya Eko gunawan dan sumber lain, berikut beberapa contoh krama lugu yang bisa Anda simak:

Ilustrasi berbicara dengan krama lugu Foto: pixabay
  • Ibu tumbas jeruk kaliyan apel.

  • Sing dipilih Sigit niku jurusan jurnalistik utawi perhotelan.

  • Sakniki nek boten main plesetan, tiyang sami kesed nonton kethoprak.

  • Panjenengan napa empun nate tindak teng Rembang?

  • Ngga Kang, niku nyamikane mangdhahar, ampun diendelke mawon!

  • Kula adus toya anget.

  • Sampun jam sedasa budhe dereng tilem.

  • Kula kesupen mboten nggarap PR.

  • Kula dipuntumbasaken buku bapak.

  • Kula ningali TV, bapak sare wonten kamar.

  • Adhik nedha iwak bandeng.

  • Kula ningali wayang kulit.

  • Rini tumbas gendhis ing warung Bu tuti.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu bahasa krama?

chevron-down

Bahasa krama adalah ragam basa Jawa yang biasa digunakan ketika hendak berbicara dengan orang yang lebih dihormati

Apa saja jenis bahasa krama?

chevron-down

Ada dua yakni krama alus dan krama lugu.

Bagaimana penggunaan krama lugu?

chevron-down

Ragam krama lugu digunakan untuk orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua, orang membahasakan diri sendiri (ngajeni), orang yang baru saja bertemu, murid kepada guru, pembantu terhadap majikan, dan aryawan/bawahan terhadap pimpinan.