Konten dari Pengguna

Pengertian Distribusi Frekuensi Kumulatif, Biasa, dan Relatif

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengolah data peneltiian dengan cara distribusi frekuensi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengolah data peneltiian dengan cara distribusi frekuensi. Foto: Pixabay

Distribusi frekuensi menjadi salah satu cara untuk menyusun, mengatur, dan meringkas sejumlah data. Data tersebut diperoleh dari hasil penelitian dan diolah sedemikian rupa, agar tidak menyulitkan penelitinya.

Distribusi diambil dari kata bahasa Inggris, yaitu distribution dan frequency. Distribution artinya pancaran, penyaluran, dan pembagian. Sedangkan, frequency berarti keseringan atau kekerapan.

Pada intinya, distribusi frekuensi adalah sebuah tabel atau grafik yang menggambarkan jumlah individu dari setiap kategori dalam sebuah data.

Dalam pembuatan sebuah distribusi frekuensi terdapat beberapa komponen yang terpakai, antara lain:

  • Kelas atau kelompok nilai data.

  • Batas Kelas, yaitu nilai-nilai yang membatasi satu kelas dengan kelas lainnya.

  • Tepi Kelas, yakni batas kelas yang sebenarnya.

  • Titik tengah kelas, yaitu nilai data yang terletak di tengah-tengah kelas.

  • Interval, yaitu selang yang memisahkan satu kelas dengan kelas lainnya.

  • Panjang interval kelas, yakni jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas.

  • Frekuensi kelas, yaitu banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu.

Selain memiliki komponen tertentu, distribusi frekuensi juga terbagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenisnya memiliki kriteria yang berbeda-beda. Apa saja?

Ilustrasi mengolah data menggunakan distribusi frekuensi kumulatif. Foto: PIxabay

Pengertian Distribusi Frekuensi Kumulatif dan Jenis Lainnya

Distribusi frekuensi dibagi menjadi tiga jenis, yakni distribusi frekuensi kumulatif, biasa, dan relatif. Agar lebih memahaminya, simak pembahasan berikut ini yang dikutip dari buku Dasar-Dasar Riser Pemasaran oleh Gilbert A. Churchill.

1. Distribusi Frekuensi Kumulatif

Distribusi ini berisi frekuensi yang telah dijumlahkan dan memiliki kurva yang disebut ogif. Distribusi frekuensi kumulatif terdiri dari dua macam, yakni distribusi frekuensi kumulatif kurang dari (<) dan distribusi frekuensi lebih dari (>).

2. Distribusi Frekuensi Biasa

Distribusi ini memuat jumlah frekuensi dari setiap kelompok data. Dalam hal ini, distribusi frekuensi biasa dibagi menjadi dua bentuk:

  • Distribusi frekuensi kategori, yakni pengelompokkan data disusun dalam bentuk kata-kata (kualitatif).

  • Distribusi frekuensi numerik, yakni distribusi yang kelas-kelasnya berbentuk (kuantitatif).

3. Distribusi Frekuensi Relatif

Distribusi frekuensi relatif berisi nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dengan jumlah pengamatan, serta menyatakan proporsi data yang terletak pada suatu kelas interval. Dalam suatu kelas, distribusi jenis ini didapatkan dengan cara membagi frekuensi dengan total data yang diperoleh dari penelitian.

Ilustrasi menyusun distribusi frekuensi. Foto: Pixabay

Cara Menyusun Distribusi Frekuensi

Merangkum buku ajar Statistika untuk Perguruan Tinggi tulisan Elva Susanti, S.Si, M.Si dkk, langkah-langkah menyusun distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:

1. Urutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.

2. Tentukan Range atau jangkauan data (R).

Jangkauan = data terbesar – data terkecil

3. Tentukan banyak kelas (k).

Rumus Sturgess: k=1+3,3 log n

4. Tentukan panjang interval kelas (i).

i = Jangkauan / banyak kelas

5. Tentukan batas data terendah, kemudian hitung kelas interval dengan cara menjumlahkan tepi bawah kelas dengan panjang kelas (P) dan hasilnya dikurangi 1 sampai pada data terakhir.

6. Buat tabel sementara. Masukkan data dengan cara menghitung satu per satu sesuai dengan urutan interval kelas.

(VIO)