Pengertian Etos Kerja Menurut Islam beserta Konsepnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk saat bekerja. Dalam Islam, bekerja dapat dikategorikan sebagai ibadah untuk mencari rezeki dari Allah SWT demi mencukupi kehidupannya.
Namun, bekerja baru bisa dianggap ibadah apabila dilakukan dengan teliti, tekun, dan etos. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas seseorang atau kelompok.
Sedangkan pengertian etos kerja menurut Islam seperti yang dikutip dari laman MUI Digital adalah seseorang yang menanamkan pemikiran bahwa bekerja bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga sebagai bentuk dari amal saleh. Alhasil, orang tersebut akan memperhatikan segala bentuk kehalalan dalam pekerjaannya.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa bekerja untuk anak dan istrinya melalui jalan yang halal, maka bagi mereka pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
Konsep Etos Kerja Menurut Islam
Menurut Jansen Sinamo dalam jurnal berjudul Etos Kerja dalam Islam karya Cihwanul Kirom, konsep etos kerja menurut Islam terbagi menjadi tujuh macam, yaitu:
Kerja adalah ibadah. Bekerja merupakan wujud bakti dan ketakwaan hamba kepada Allah SWT. Dengan kata lain, bekerja juga termasuk sebuah pengabdian manusia kepada Sang Pencipta. Jika memegang teguh konsep ini, otomatis orang tersebut akan bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata.
Kerja adalah rahmat. Apa pun pekerjaannya, baik pengusaha, pegawai kantor, atau buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Allah SWT. Anugerah ini harus diterima tanpa syarat dan dikerjakan dengan hati ikhlas.
Kerja adalah amanah. Apapun profesi pekerjaannya, itu merupakan titipan berharga yang Allah percayakan pada kita. Karenanya, setiap umat Muslim harus melakukan pekerjaan tersebut dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab. Selain itu, mereka juga harus menjauhi tindakan tercela dalam bekerja, misalnya korupsi dan lain sebagainya.
Kerja adalah aktualisasi. Kerja adalah salah satu sarana untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi. Meski terkadang membuat lelah, bekerja tetaplah cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri.
Kerja adalah seni. Kesadaran ini akan membuat seseorang bekerja dengan perasaan senang seperti halnya melakukan hobi. Contohnya adalah Edward V Appleton, seorang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena bisa menikmati pekerjaannya.
Kerja adalah kehormatan. Seremeh apa pun pekerjaan, itu adalah sebuah kehormatan. Jika bisa melakukan pekerjaan dengan baik, kehormatan lain yang lebih besar akan datang menghampiri.
Kerja adalah pelayanan. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi juga untuk melayani orang lain. Oleh karena itu, bekerja harus dilakukan dengan sempurna dan penuh kerendahan hati.
(NDA)
