Pengertian, Fungsi, dan Contoh Jaring-jaring Makanan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski tampak mirip, jaring-jaring makanan sebenarnya berbeda dengan rantai makanan. Pada dasarnya, rantai makanan justru menjadi bagian dari jaring makanan.
Rantai makanan sendiri adalah rangkaian proses makan memakan antara makhluk hidup berdasarkan urutan tertentu. Proses ini melibatkan peran produsen, konsumen, dan decomposer atau pengurai.
Sementara itu, jaring makanan merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem. Melansir buku Harmoni Alam Semesta oleh Kemendikbud, jaring makanan meunjukkan hubungan makan-dimakan yang dibentuk untuk kelangsungan makhluk hidup di setiap populasi.
Secara garis besar, organisme pada rantai makanan hanya memiliki satu makanan pilihan. Sedangkan, organisme pada jaring-jaring makanan memiliki beberapa jenis organisme lain yang bisa dimakan.
Jaring makanan memiliki fungsi tertentu, yakni mejelaskan interaksi langsung antar spesies sehingga hubungan antar spesies dibedakan berdasarkan spesies basal, peralihan, hingga predator puncak.
Nah, berikut adalah contoh jaring-jaring makanan.
Contoh 1
Zooplankton bisa memakan fitoplankton. Zooplankton sendiri dapat dimakan oleh beragam makhluk seperti udang, salmon dan gurita.
Di sisi lain, udang, salmon dan gurita juga bisa dimakan paus dan hiu. Lalu, paus dan hiu yang mati akan diurai oleh bakteri dalam laut.
Contoh 2
Seekor tupai dapat mengkonsumsi beragam makanan seperti buah dan biji-bijian. Tupai dimakan oleh seekor rubah yang merupakan pemakanan tikus serta serangga.
(GTT)
