Konten dari Pengguna

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Masdar dalam Alquran

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca Alquran. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Membaca Alquran. Foto: Freepik

Bahasa Arab memiliki banyak cabang ilmu, salah satunya ilmu sharaf. Ilmu ini mempelajari tentang perubahan struktur bangunan kata.

Dalam ilmu sharaf, terdapat tema yang membahas tentang isim dan fiil atau disebut dengan masdar. Tema ini termasuk dalam kategori isim dan fiil karena cara kerjanya sama dengan keduanya, namun ia termasuk dalam kata kerja tanpa keterangan waktu.

Menurut Dr. Mukhtar Umar dalam kitabnya yang berjudul Nahwul Asasiy, masdar adalah kata yang menunjukkan suatu kejadian atau perbuatan yang tidak memiliki keterangan waktu, tempat dan subjek.

Oleh sebab itu, masdar menduduki peranan penting dalam struktur kalimat baik yang ada dalam Alquran maupun teks lain. Agar semakin paham, simak fungsi dan contoh masdar dalam Alquran berikut ini.

Fungsi Masdar

Alquran. Foto: Freepik

Dikutip dari buku Terjemah Imrithi dan Penjelasannya karya Bahrudin Fuadh, berikut penjelasan mengenai fungsi masdar dalam ilmu sharaf pada bahasa Arab.

1. Pengganti Fi’il

Secara khusus, fungsi masdar adalah sebagai pengganti kata kerja dalam sebuah struktur kalimat. Apabila menjadi pengganti fi’il atau kata kerja, biasanya akan ditambahkan dengan huruf ma (مَا) untuk memberi makna waktu sekarang atau huruf an (اَنْ) untuk memberi makna waktu lampau maupun yang akan datang.

2. Sebagai Penjelas Asal Kata

Fungsi lain dari masdar adalah sebagai penjelas asal kata yang akan digunakan tashrif (perubahan kata) agar tidak salah makna dalam mufrodat (kosakata). Tashrif yang biasa digunakan adalah tashrif istilahi.

Contohnya misalkan kata dorabbu (ضَرَبُ), apabila ditashrif akan menjadi doraba-yadoribu-dorabu (ضَرَبُ – يَضْرِبُ – ضَرَبَا) yang artinya memukul. Urutannya pun menjadi masdar/isim masdar (ضَرَبَا) – fi’il madhi (ضَرَبُ ) – fi’il mudhori (يَضْرِبُ).

Contoh Masdar dalam Alquran

Alquran. Foto: Freepik

Berikut adalah contoh masdar dalam Alquran sebagaimana dinukil dari buku Masdar bahasa Arab karangan Azlan Abd. Rahman.

1. Surat Al Fath Ayat 1

اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًا

Inna fatakhna laka fathan mubinaa

Lafadz fatakhna (فَتۡحًا) adalah masdar dari wazan (pola kata) fatakha-yaftakhu-fatkhan (فَتَحَ - يَفْتَحُ – فَتْحًا).

2. Surat Al Hajj Ayat 58

وَالَّذِيۡنَ هَاجَرُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ ثُمَّ قُتِلُوۡۤا اَوۡ مَاتُوۡا لَيَرۡزُقَنَّهُمُ اللّٰهُ رِزۡقًا حَسَنًاؕ

Walladziina hajaruu fi sabiilillahi tsumma qutiluu au matuu layarzuqonnahumullahu rizqon hasanan

Lafadz rizqon (رِزۡقًا) adalah masdar dari wazan khasana-yakhsunu-khasanan (حسن - يحسن – حسنا).

3. Surat Al Kahfi Ayat 30

اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اِنَّا لَا نُضِيۡعُ اَجۡرَ مَنۡ اَحۡسَنَ عَمَلًا

Inna ladziina aamanuu wa ‘amilush sholkhaati inna la nudhiiu ajron man aksana ‘amalan

Lafadz ‘amalan (عَمَلًا) adalah masdar dari wazan ‘amala-ya’malu-‘amalan (عَمَلَ يعمل عَمَلاً).

(NDA)