Konten dari Pengguna

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Tembung Saroja

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis kalimat tembung saroja foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis kalimat tembung saroja foto: Unsplash

Ada banyak jenis tembung dalam Bahasa Jawa, salah satunya adalah tembung saroja. Biasanya, tembung saroja digunakan oleh masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Tembung saroja terdiri dari dua kata, yakni tembung yang artinya “kata” dan saroja yang berarti “rangkap”. Secara keseluruhan, tembung saroja dapat diartikan sebagai dua kata yang mempunyai arti sama atau hampir sama yang dipakai secara bersamaan.

Tembung saroja memiliki fungsi tersendiri, yakni memperkuat dan menegaskan arti dari kata pertama yang diucapkan. Beberapa tembung saroja yang sering diucapkan yakni ayem tenrem, tepo sliro, budi pekerti, andhap asor, bkala suta, dan lainnya.

Nah, berikut contoh tembung saroja selengkapnya.

Ilustrasi menulis kalimat tembung saroja foto: Unsplash

Contoh Tembung Saroja

  • Pait getir

  • Pati urip

  • Labuh pati

  • Jejel riyel

  • Bandha beya

  • Utang silih

  • Mudha taruna

  • Welas Asih

Contoh Kalimat dengan Tembung Saroja

  • Jabang bayi iku nangis wae nyuwun mimik susu, artinya bayi itu menangis dan meminta susu.

  • Welas asih kang room ibu iku sedawane urip, artinya belas kasihan ibu itu seumur hidup.

  • Murid-murid kudu duwe tata krama marang guru, artinya siswa harus memiliki perilaku yang baik terhadap guru mereka.

(GTT)