Pengertian, Fungsi, dan Contoh Tembung Saroja

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak jenis tembung dalam Bahasa Jawa, salah satunya adalah tembung saroja. Biasanya, tembung saroja digunakan oleh masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Tembung saroja terdiri dari dua kata, yakni tembung yang artinya “kata” dan saroja yang berarti “rangkap”. Secara keseluruhan, tembung saroja dapat diartikan sebagai dua kata yang mempunyai arti sama atau hampir sama yang dipakai secara bersamaan.
Tembung saroja memiliki fungsi tersendiri, yakni memperkuat dan menegaskan arti dari kata pertama yang diucapkan. Beberapa tembung saroja yang sering diucapkan yakni ayem tenrem, tepo sliro, budi pekerti, andhap asor, bkala suta, dan lainnya.
Nah, berikut contoh tembung saroja selengkapnya.
Contoh Tembung Saroja
Pait getir
Pati urip
Labuh pati
Jejel riyel
Bandha beya
Utang silih
Mudha taruna
Welas Asih
Contoh Kalimat dengan Tembung Saroja
Jabang bayi iku nangis wae nyuwun mimik susu, artinya bayi itu menangis dan meminta susu.
Welas asih kang room ibu iku sedawane urip, artinya belas kasihan ibu itu seumur hidup.
Murid-murid kudu duwe tata krama marang guru, artinya siswa harus memiliki perilaku yang baik terhadap guru mereka.
(GTT)
