Konten dari Pengguna

Pengertian Haji Ifrad dan Ketentuannya dalam Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

com-Ilustrasi ibadah Haji. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi ibadah Haji. Foto: Shutterstock

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh seorang Muslim. Penetapan kewajibannya didasarkan pada firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 96 berikut:

"Mengerjakan haji merupakan kewajiban hamba terhadap Allah yaitu bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa mengingkarinya, maka sesungguhnya Allah Maha kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam.”

Secara bahasa, haji berarti menyengaja atau berkunjung ke suatu tempat. Sedangkan secara istilah, haji adalah melakukan ziarah ke Ka’bah dengan niat beribadah kepada Allah, dilakukan pada waktu tertentu dengan syarat dan tata cara tertentu pula.

Djejen Zaenudin dalam buku Pendidikan Agama Islam: Fikih untuk MA Kelas X menyebutkan, ada tiga cara berhaji dalam Islam, salah satunya adalah haji ifrad. Berikut penjelasan tentang haji ifrad lengkap dengan ketentuan dan tata caranya.

Pengertian Haji Ifrad

Ifrad adalah bentuk mashdar dari kata afrada yang berarti memisahkan sesuatu menjadi masing-masing. Maksudnya, pelaksanaan haji ifrad dilakukan secara terpisah, tidak digabungkan dengan ibadah umrah.

Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Foto: Shutterstock

Definisi ini disebutkan pula dalam buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima oleh Ahmad Sarwat. Ia menjelaskan bahwa ifrad berarti memisahkan antara ritual haji dengan umrah, sehingga ritual keduanya tidak dilakukan secara bersamaan. Menurutnya, jamaah ifrad hanya boleh melakukan umrah jika sudah selesai semua rangkaian ibadah hajinya.

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa haji Ifrad adalah satu-satunya bentuk haji yang tidak diwajibkan denda (dam). Hal ini tentu berbeda dengan haji lainnya, seperti Tamattu' dan Qiran yang mewajibkan denda bagi jamaahnya.

Orang yang mengerjakan haji ifrad hanya melakukan satu tawaf saja, yaitu tawaf ifadhah. Sedangkan tawaf lainnya, seperti tawaf wada’ dan qudum, tidak diperlukan.

Adapun bacaan niat haji ifrad adalah sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا.

Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.

Atau bisa juga dengan lafadz:

نَوَيْتُ الحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تعَالَى.

Artinya: Aku niat haji dengan berihram karena Allah ta'ala.

Jemaah haji melakukan tawaf qudum (kedatangan) mengelilingi Ka'bah, di Masjidil Haram di kota suci Saudi Mekah, Sabtu (17/7). Foto: Fayez Nureldine/AFP

Selain haji ifrad, ada dua jenis haji lain dalam Islam, yaitu haji tamattu dan qiran. Mengutip buku Fikih Madrasah Aliyah Kelas X, berikut penjelasan mengenai dua haji tersebut:

  • Haji Tamattu’ adalah mengerjakan haji dan umrah dengan mendahulukan umrah daripada haji, dan umrah dilakukan pada musim haji.

  • Haji Qiran adalah mengerjakan haji dan umrah sekaligus. Jadi amalannya satu, tetapi dengan dua niat yaitu haji dan umrah. Dengan demikian urutan pelaksanaan qiran pada dasarnya tidak berbeda dengan haji ifrad.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan haji ifrad?

chevron-down

Mengerjakan haji dan umrah dengan cara ifrad adalah mengerjakan haji dan umrah dengan cara mendahulukan haji daripada umrah dan keduanya dilaksanakan secara terpisah.

Apa yang membedakan haji ifrad dengan haji lainnya?

chevron-down

Haji Ifrad adalah satu-satunya bentuk berhaji yang tidak mewajibkan denda (dam) dengan menyembelih kambing bagi jemaahnya.

Bagaimana niat melaksanakan haji ifrrad?

chevron-down

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا. Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.