Konten dari Pengguna

Pengertian Hukum Mendel 2 dan 1 beserta Contohnya dalam Ilmu Biologi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum mendel. Foto: Meiliani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum mendel. Foto: Meiliani/kumparan

Hukum Mendel merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang prinsip genetika penurunan sifat. Ada dua Hukum Mendel yang terkenal, yaitu Hukum Mendel 1 dan Hukum Mendel 2.

Hukum Mendel ditemukan oleh Johan Gregor Mendel melalui percobaan pada kacang kapri pada tahun 1822-1844. Berkat penemuannya, Mendel pun disebut sebagai Bapak Genetika dalam ilmu biologi. Hasil temuannya ini dicatat pada Natural Science Society of Brunn di Austria pada tahun 1866.

Nuri Handayani dalam buku Kantong Biologi SMA menjelaskan, Mendel memilih kacang kapri sebagai objek penelitiannya karena memiliki beberapa sifat, di antaranya:

  • Mempunyai keturunan yang banyak.

  • Mempunyai daur hidup yang pendek dan cepat menghasilkan keturunan.

  • Mudah disilangkan karena mampu melakukan autogami atau perkawinan sendiri.

  • Memiliki pasangan yang sifatnya kontras.

Mengutip buku Biologi Kelompok Pertanian karya Deden Abdurahman, Hukum Mendel merupakan hasil dari beberapa kali penelitian tentang sifat genetika kacang kapri. Mendel membagi kacang kapri ke dalam beberapa kelompok, berdasarkan tinggi tanaman seperti panjang dan pendeknya serta warna biji kacangnya.

Dari penelitian tersebut, Mendel kemudian menghasilkan Hukum Mendel 1 dan Hukum Mendel 2. Seperti apa kedua hukum tersebut?

Hukum Mendel 1 dan Hukum Mendel 2

Ilustrasi hukum mendel pada tanaman Foto: Shutterstock

Mengutip dari buku Big Book IPA SMP Kelas 1,2, &3 karya Eka Fitriyani, berikut penjelasan soal hukum Mendel 1 dan Hukum Mendel 2.

Hukum Mendel 1

Hukum Mendel 1 dikenal dengan hukum segresi atau pemisahan. Hukum ini menyatakan prinsip pemisahan gen secara bebas. Pada pembentukan sel atau gamet, 2 gen yang berpasangan akan dipisahkan ke dalam 2 sel atau gamet secara bebas.

Dalam hukum ini, jumlah kromosom diploid akan diturunkan menjadi haploid. Hukum Mendel 1 berlaku pada persilangan dengan satu sifat beda atau monohibrid.

Mengutip dari buku Genetika Belajar Genetika dengan Mudah & Komprehensif oleh Elya Nusantarai, persilangan monohibrid adalah persilangan dua individu, tapi dengan satu sifat beda. Sifat yang dimaksud yaitu warna bunga yang disilangkan, bentuk biji, tinggi tanaman, dan lain-lain. Contoh yang sering ditemukan adalah persilangan antara dua bunga mawar sejenis namun berbeda warna.

Hukum Mendel 2

Hukum Mendel 2 disebut juga dengan hukum Asortasi atau hukum berpasangan secara bebas. Dalam hukum ini, terjadi persilangan dihibrid antara dua individu yang berbeda dengan dua sifat yang berbeda pula. Tujuannya untuk mengetahui apakah persilangan tersebut bisa menghasilkan keturunan yang berbeda atau tidak.

Dikutip dari buku Sumber Belajar Kemdikbud, salah satu percobaan hibrid Mendel yang terkenal adalah persilangan antara kacang kapri berwarna bulat kuning dengan kacang kapri biji keriput berwarna hijau. Saat disilangkan, semua keturunannya menjadi biji bulat berwarna kuning.

Kemudian, Mendel mencoba menyilangkan hasil dari percobaan tersebut dengan kacang kapri bulat warna kuning. Hasilnya, ia mendapatkan empat varian berbeda.

Varian ini adalah kombinasi dari 2 sifat berbeda yang disilangkan, yaitu biji bulat kuning, biji bulat hijau, biji keriput kuning, dan biji keriput hijau dengan rasio 9:3:3:1 dari semua kacang yang dihasilkan. Namun, apabila terjadi penyimpangan, perbandingan tersebut akan berubah menjadi 9:3:4, 9:7 atau 12:3:1.

(IPT)