Pengertian Insya Allah beserta Penggunaannya dalam Percakapan Sehari-hari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata insya Allah sering kali diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Kata ini digunakan dalam pembicaraan yang berkaitan dengan janji. Lalu, apa sebenarnya arti insya Allah?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), insya Allah artinya jika Allah mengizinkan untuk menyatakan suatu harapan. Mengutip buku Islam Saves Your Life oleh Bambang Q-Anees dan Doel Wahab, kata insya Allah menunjukkan bahwa manusia mempunyai kelemahan di hadapan Allah SWT.
Manusia hanya mampu berusaha dan segala sesuatunya adalah kehendak Allah. Karenanya, umat Islam diperintahkan untuk terus berikhtiar dan berharap kebaikan kepada Allah dengan mengucapkan kata 'insya Allah'.
Penggunaan Insya Allah
Dalam buku Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab dijelaskan bahwa penggunaan kata insya Allah menunjukkan adab bagaimana seorang Muslim menghadapi sesuatu di masa depan. Kata tersebut mengandung arti permohonan agar mendapat pertolongan dari Allah SWT.
Terdapat firman Allah SWT yang membahas mengenai penggunaan kata insya Allah dalam Alquran surat Al Kahfi ayat 23-24 yang berbunyi:
وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله
Artinya: “Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan tentang sesuatu, ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakannya besok.’ Terkecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah.” (QS. Al-Kahfi 23-24)
Dikisahkan oleh Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar mengenai ayat di atas, ketika itu orang-orang Quraisy meminta keterangan kepada Nabi Muhammad tentang perkataan Malaikat Jibril. Rasulullah pun berjanji akan menjawab pertanyaan orang Quraisy keesokan harinya.
Pada malam harinya, Rasulullah berharap Jibril akan kembali datang untuk menyampaikan wahyu. Dalam 15 hari, Malaikat Jibril pun tidak kunjung datang. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat di atas. Hal ini bertujuan agar ketika Rasulullah dan umatnya berjanji, mereka mengucapkan insya Allah.
Selain dalam surat Al Kahfi ayat 23-24, ada juga hadits yang membahas penggunaan kata insya Allah berikut ini:
“Sulaiman bin Dawud berkata: “Sungguh aku akan berkeliling (menggilir) 100 istriku malam ini, sehingga setiap wanita akan melahirkan anak yang akan berjihad di jalan Allah.” Malaikat berkata kepada Sulaiman: “Ucapkan insya Allah.” Namun Nabi Sulaiman tidak mengucapkan dan lupa. Kemudian beliau berkeliling pada istri-istrinya. Dan ternyata, tidak ada yang melahirkan anak kecuali satu orang wanita yang melahirkan setengah manusia. Nabi SAW lantas bersabda: “Kalau Nabi Sulaiman mengucapkan Insya Allah, niscaya beliau tidak melanggar sumpahnya dan hajatnya lebih diharapkan terpenuhi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah menegur Nabi Sulaiman yang tidak mengucapkan insya Allah terhadap sesuatu yang dijanjikan. Padahal apabila Nabi Sulaiman mengucapkan insya Allah, Allah SWT akan memberi kemudahan dan hasil akhir yang baik.
Makna Insya Allah
Menyadur dari buku Etika Pendidikan Islam Perspektif Tafsir Manajemen Pendidikan oleh Abdul Muhyi dkk, walau arti insya Allah yaitu jika Allah mengizinkan, masih banyak orang yang salah kaprah dalam memahami makna kata ini. Mereka menganggap bahwa kata insya Allah digunakan agar dapat mengingkari suatu janji.
Padahal, kata insya Allah mengandung 99% pemenuhan dan 1% pengingkaran. Diperlukan kehati-hatian dalam mengucapkan kata insya Allah ketika berjanji. Jadi, jangan sampai memberikan janji yang tidak ditepati kepada seseorang dengan bersembunyi di balik kata insya Allah.
(EAR)
