Pengertian Istidraj Lengkap dengan Ciri-cirinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah memerintahkan setiap Muslim untuk senantiasa taat kepada-Nya. Bentuk ketaatan ini bisa dibuktikan dengan selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Segala bentuk ketidakpatuhan seorang hamba kepada Allah SWT disebut sebagai maksiat. Dan segala bentuk kemasiatan akan mendapatkan hukumannya di sisi Allah.
Salah satu hukuman bagi seorang Muslim yang melakukan maksiat adalah istidraj. Apa itu istidraj? Dan apa ciri-cirinya?
Pengertian Istidraj
Mengutip dari jurnal berjudul Istidraj dalam Alquran Perspektif Imam Al-Qurthubi karya Diana Fitri Febriani, Istidraj adalah nikmat yang diberikan Allah kepada orang-orang yang membangkang terhadap-Nya. Ini merupakan hukuman dari Allah agar orang tersebut terus terjerumus dalam kesesatan.
Nikmat yang diberikan bukanlah bentuk kasih sayang Allah, melainkan murka Allah terhadap mereka. Nikmat tersebut hanyalah alat untuk menghukum mereka, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Banyak ayat Alquran yang menyebutkan istilah istidraj. Istilah tersebut diterjemahkan oleh ahli tafsir dengan beberapa pengertian. Salah satunya Surat Al-A’raf ayat 182.
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
Ayat ini ditafsirkan oleh Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami’ Li’ Ahkami sebagai pesan tersirat bahwa Allah akan menghukum hamba-Nya yang durhaka dan maksiat dengan cara istidraj.
Ia mengatakan bahwa saat orang melakukan kemaksiatan, seketika itu pula Allah memberikan mereka nikmat sebagai hukuman. Allah SWT berfirman bahwa orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya akan dibinasakan, yaitu dibinasakan dengan cara istidraj.
Ciri-ciri Istidraj
Pekerjaan terasa lancar meskipun tak beribadah
Rezeki berlimpah meskipun tak beribadah
Merasakan ketenangan meskipun lalai menjalankan ibadah atau melakukan kegiatan yang sifatnya maksiat.
Jarang sakit meskipun sering lalai beribadah dan melakukan perbuatan maksiat.
(MSD)
