Pengertian, Jenis-jenis, dan Contoh Basa Rinengga

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Basa rinengga dikenal sebagai salah satu karya sastra Jawa atau kata-kata dalam bahasa lokal. Ini disebut pula dengan bahasa berhias. Contoh basa rinengga sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan jenis-jenis bahasanya.
Berdasarkan informasi dari buku Pelba 17 karangan Yassir Nasanius (2004), basa rinengga berasal dari dua kata, yakni basa dan rinengga. Basa artinya bahasa, sedangkan rinengga berarti dihias. Jika diartikan secara keseluruhan, basa rinengga adalah bahasa yang dipakai agar tercipta suasana indah.
Basa rinengga umumnya mengandung unsur-unsur keindahan yang mampu menarik pembaca. Tidak heran jika bahasa ini kerap digunakan dalam acara pernikahan, pewayangan, penulisan puisi, lirik lagu, dan lain-lain.
Secara umum, basa rinengga bisa dibedakan jadi beberapa jenis. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak artikel di bawah ini.
Jenis-jenis dan Contoh Basa Rinengga
Berikut jenis-jenis beserta contoh basa rinengga seperti dikutip dari buku Gladhi Basa Jawa Kelas V untuk SD/MI oleh Dhita Puspitasari Sukendro dan Triana Wahyu Susanti:
1. Tembung Saroja
Tembung saroja merupakan jenis basa rinengga yang digunakan untuk mempertegas suatu kalimat. Contoh:
Raden Gathotkaca iku satriya kang gagah prakosa.
Para siswa katon guyup rukun nalika kerja bakti ngresiki kelase.
Dadi bocah aja seneng nyolonh njupuk barenge liyan.
2. Tembung Camboran
Tembung camboran merupakan dua kata atau lebih yang digunakan bersamaan dan memiliki satu arti. Camboran terbagi menjadi dua, yaitu camboran utuh dan tugel atau wancahan.
Camboran utuh artinya kata yang bercampur menjadi satu kesatuan kata, sedangkan camboran tugel merupakan kata yang putus dengan mengurangi satu atau kedua kata. Contoh:
Camboran Utuh: Ayah angkat, raja pena, aos pendek, tepa slira.
Camboran Tugel: Dol tinuku, lir ilir, thukmis, bulk, dan pakpuh.
3. Tembung Entar
Tembung entar merupakan kata yang tidak bisa diartikan langsung dengan apa adanya. Contoh:
Bocah kok kandel kupinge! Omongane wong tuwa ora nate dirungkokake.
Bapakmu anggone nyambut gawe nganti direwangi adus kringet, nanging anggonmu sekolah mung kokgawe dolanan.
Wiwit seprana nganti seprene, dheweke tansah nggadho atine wong tuwa.
4. Wangsalan
Wangsalan adalah kalimat yang berupa permainan teka-teki. Contoh:
Balung klapa, ethok-ethok ora ngerti.
Kapi jarwa, dakphetek mangsa wurunga.
Balung janur, sida lunga apa ora?
5. Paribahasan
Paribasan identik dengan kata yang jelas, lugas, dan tanpa perumpamaan. Contoh:
Ana gula ana semut.
Beda-beda pandumaning dumadi.
Jer basuki mawa bea.
Becik ketitik ala ketara.
6. Saloka
Pada dasarnya, saloka mirip dengan kalimat paribasan. Perbedaan keduanya hanya terletak pada fokusnya. Dalam basa rinengga saloka, fokusnya terletak pada manusia atau subjeknya. Contoh:
Gajah ngidap rapah.
Bathok bolu isi madu.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Basa Rinengga?

Apa yang Dimaksud dengan Basa Rinengga?
Basa rinengga adalah bahasa yang dipakai agar tercipta suasana indah.
Apa Saja Jenis-jenis Basa Rinengga?

Apa Saja Jenis-jenis Basa Rinengga?
Ada beberapa jenis basa rinengga, di antaranya tembung saroja, paribasa, dan lain-lain.
Apa Itu Tembung Saroja?

Apa Itu Tembung Saroja?
Tembung saroja merupakan jenis basa rinengga yang digunakan untuk mempertegas suatu kalimat.
