Konten dari Pengguna

Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Kalimat Pengembang dalam Paragraf

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menulis. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Menulis. Foto: Freepik

Setelah kalimat topik, unsur penting kedua dalam sebuah paragraf adalah kalimat pengembang. Kalimat ini diposisikan berurutan setelah kalimat topik. Maka dari itu, susunan kalimat pengembang tidak boleh sembarangan, tetapi harus mengikuti hakekat kalimat topik.

Seperti yang dijelaskan dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Edisi Revisi oleh Sujinah, kalimat pengembang adalah pendukung dan berfungsi untuk memperjelas kalimat topik. Karenanya, kalimat pengembang dapat juga disebut sebagai kalimat penjelas.

Jumlah kalimat pengembang lebih banyak daripada kalimat topik. Adapun ciri-ciri kalimat pengembang sebagaimana dijelaskan dalam buku Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf oleh Munirah, yaitu:

  • Umumnya kalimat pengembang tidak dapat berdiri sendiri.

  • Inti kalimat baru bisa diketahui setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu paragraf.

  • Pembentukan kalimat pengembang umumnya memerlukan bantuan kata sambung.

  • Kalimat pengembang biasanya berisi rincian, keterangan, contoh, atau data lain yang fungsinya mendukung kalimat topik.

Agar lebih paham, simak jenis-jenis dan contoh kalimat pengembang berdasarkan selengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini.

Menulis. Foto: Freepik

Jenis-Jenis Kalimat Pengembang

Mengutip buku Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi karya Alfian Rokhmansyah, Syamsul Rijal, dan Purwanti, kalimat pengembang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Kalimat pengembang langsung (kalimat penjelas mayor)

Kalimat pengembang langsung atau kalimat penjelas mayor adalah kalimat penjelas utama yang bertugas menjelaskan secara langsung gagasan utama dan kalimat topik yang terdapat di dalam sebuah paragraf. Jadi, hubungan antara kalimat topik dan kalimat pengembang langsung dalam sebuah paragraf itu bersifat langsung.

2. Kalimat pengembang tidak langsung (kalimat penjelas minor)

Kalimat penjelas minor atau tidak langsung adalah kalimat yang tidak menjelaskan gagasan utama dan kalimat topik secara langsung. Akan tetapi, kalimat ini menjelaskan kalimat penjelas mayor (kalimat penjelas langsung) secara langsung.

Contoh Kalimat Pengembang

Berikut ada beberapa contoh kalimat pengembang langsung dan tidak langsung yang dihimpun dari buku Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi karya Alfian Rokhmansyah, Syamsul Rijal, dan Purwanti.

Menulis. Foto: Freepik

Contoh 1

Ruang lingkup manajemen operasi mencakup tiga aspek utama, yaitu perencanaan sistem produksi, sistem pengendalian produksi, dan sistem informasi produksi. Perencanaan sistem produksi meliputi perencanaan produk, perencanaan lokasi pabrik, perencanaan tata letak pabrik, perencanaan lingkungan kerja, dan perencanaan standar produksi. Sistem pengendalian produksi meliputi pengendalian proses produksi, bahan, tenaga kerja, biaya, kualitas, dan pemeliharaan. Sementara itu, sistem informasi produksi meliputi struktur organisasi, produksi atas dasar pesanan, dan produksi massal (mass production).

Jika dicermati, struktur paragraf pada contoh di atas menggunakan struktur kalimat topik yang kemudian diikuti kalimat pengembang langsung. Kalimat topik dijelaskan dengan tiga kalimat pengembang langsung. Berikut rinciannya:

  • Kalimat Topik: Ruang lingkup manajemen operasi mencakup tiga aspek utama, yaitu perencanaan sistem produksi, sistem pengendalian produksi, dan sistem informasi produksi.

  • Kalimat Pengembang Langsung 1: Perencanaan sistem produksi meliputi perencanaan produk, perencanaan lokasi pabrik, perencanaan tata letak pabrik, perencanaan lingkungan kerja, dan perencanaan standar produksi.

  • Kalimat Pengembang Langsung 2: Sistem pengendalian produksi meliputi pengendalian proses produksi, bahan, tenaga kerja, biaya, kualitas, dan pemeliharaan.

  • Kalimat Pengembang Langsung 3: Sementara itu, sistem informasi produksi meliputi struktur organisasi, produksi atas dasar pesanan, dan produksi massal (mass production).

Contoh 2

Dalam hal pakaian adat, masyarakat Tengger memiliki tradisi berbusana yang merefleksikan kebersahajaan hidup dan religiusitas yang mendalam. Pakaian adat dikenakan ketika ada ritual ataupun hajatan. Para pria mengenakan celana panjang warna hitam, baju koko lengan panjang- biasanya warna hitam untuk biasa dan warna putih untuk dukun pandita-serta mengenakan ikat kepala (udeng). Para perempuan mengenakan kain batik dan kebaya polos hitam dengan menyanggul rambut mereka atau menyisir rambut mereka dengan rapi.

Struktur paragraf pada contoh di atas adalah kalimat topik yang dijelaskan dengan satu kalimat pengembang langsung dan dua kalimat pengembang tidak langsung. Berikut rinciannya:

  • Kalimat Topik: Dalam hal pakaian adat, masyarakat Tengger memiliki tradisi berbusana yang merefleksikan kebersahajaan hidup dan religiusitas yang mendalam.

  • Kalimat Pengembang Langsung: Pakaian adat dikenakan ketika ada ritual ataupun hajatan.

  • Kalimat Pengembang Tidak Langsung 1: Para pria mengenakan celana panjang warna hitam, baju koko lengan panjang- biasanya warna hitam untuk biasa dan warna putih untuk dukun pandita-serta mengenakan ikat kepala (udeng).

  • Kalimat Pengembang Tidak Langsung 2: Para perempuan mengenakan kain batik dan kebaya polos hitam dengan menyanggul rambut mereka atau menyisir rambut mereka dengan rapi.

(NDA)