Pengertian Khalifah dalam Ajaran Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam surat Al Baqarah ayat 30, Allah SWT menyebut bahwa Ia menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya. Dari Abu Said ra Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi. Maka Allah akan melihat apa yang kalian perbuat. Maka takutlah kepada dunia, dan takutlah kepada wanita.” (HR Muslim).
Jika ditilik secara bahasa, kata khalifah berasal dari Bahasa Arab khalf yang artinya menggantikan, dan kata khalaf yang bermakna orang yang datang kemudian, sebagai lawan dari kata salaf (orang yang terdahulu).
Arti khalifah secara istilah harus memerhatikan konteks, karena terdapat paling tidak dua makna khalifah yang dikenal dalam Islam. Pertama yaitu fungsi manusia secara keseluruhan sebagai pengemban amanah dari Allah dan yang kedua adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Agar lebih paham, simak penjelasannya berikut ini:
Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi
Mengutip Bimbingan Konseling Qur’ani Jilid I tulisan Abdul Hayat (2017), Al-Maraghi menjelaskan bahwa kata khalifah dalam surat Al Baqarah ayat 30 artinya manusia sebagai pengganti Allah untuk menegakkan ketetapan-ketetapan-Nya.
Namun ada pula yang berpendapat bahwa meskipun khalifah secara bahasa artinya pengganti, khalifah Allah tidak dapat diartikan sebagai pengganti Allah karena tidak ada pengganti bagi-Nya.
Quraish Shihab dalam Tafsir al Misbah menerangkan Allah menunjuk manusia sebagai pelaksana di bumi bukan karena Dia tidak mampu, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan.
Manusia telah dibekali banyak potensi dan akal untuk membuat pilihan antara yang benar dan yang salah. Tinggal bagaimana kita menggunakannya.
Mengutip Abdul Hayat (2017: 104), tidaklah layak seseorang mengaku sebagai khalifah Allah namun ilmunya sempit, spiritualnya gelap dan dangkal, akhlaknya buruk, dan pencinta materi.
Sebab kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi tidak lain adalah rahmatan lil'alamin, yaitu menciptakan kenyamanan, kemanfaatan, kesejahteraan dan ketentraman bagi semua.
Khalifah, Penerus Nabi Muhammad SAW
Dalam pengertian yang lebih sempit, khalifah artinya pengangkatan seseorang sebagai pemimpin. Gelar khalifah diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Mengutip buku Politik Hukum tulisan Abdul Manan (2016), ketika seorang sahabat memanggil Abu Bakar dengan sebutan khalifah Allah, Abu Bakar melarang menggunakan istilah tersebut. "Aku bukan khalifah Allah melainkan khalifah Rasulullah."
Fungsi khalifah mengganti kedudukan Nabi dalam menyampaikan dakwah dan membimbing umat Islam agar dapat menjalankan syariat dengan aman dan damai. Khalifah di sini adalah wakil umat dalam masalah pemerintahan dan kekuasaan. Oleh sebab itu seseorang menjadi khalifah setelah ia dibaiat oleh umat.
Frequently Asked Question Section
Arti Khalifah Secara Bahasa

Arti Khalifah Secara Bahasa
Khalifah berasal dari Bahasa Arab khalf yang artinya menggantikan, atau kata khalaf yang bermakna orang yang datang kemudian, sebagai lawan dari kata salaf (orang yang terdahulu).
Makna Manusia Sebagai Khalifah di Bumi

Makna Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
Manusia mengemban amanah dari Allah untuk memakmurkan bumi, menciptakan kenyamanan, kemanfaatan, kesejahteraan dan ketentraman bagi semua orang.
Khalifah Pertama Umat Islam

Khalifah Pertama Umat Islam
Khalifah pertama setelah Rasulullah SAW wafat adalah Abu Bakar As Shiddiq.
(ERA)
