Konten dari Pengguna

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme Serta Tujuannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolonialisme Belanda di Indonesia, Foto: Dok. Balairungpress
zoom-in-whitePerbesar
Kolonialisme Belanda di Indonesia, Foto: Dok. Balairungpress

Sebagai negara yang kaya sumber daya, bangsa Indonesia tidak luput dari kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa. Kondisi ini diawali dengan jatuhnya Konstantinopel di Laut Tengah ke tangan Turki Usmani pada 1453. Sultan Mahmud II yang menjadi penguasa Turki Usmani menutup pelabuhan bagi bangsa Eropa.

Akibatnya, orang-orang Eropa kesulitan untuk mendapatkan hasil alam berupa rempah-rempah. Mau tidak mau mereka harus mencari sumber rempah-rempah sendiri.

Inilah yang mengantarkan Vasco da Gama dari Portugis untuk berlayar ke India pada 1498. Langkah ini kemudian disusul Spanyol, Inggris, dan Belanda. Dari peristiwa inilah muncul benih-benih kolonialisme dan imperialisme.

Pengertian Kolonialisme

Kolonialisme berasal dari Bahasa Latin, yaitu colonia yang berarti pemukiman. Maka arti kolonialisme adalah upaya yang dilakukan negara-negara penguasa dalam rangka memperluas wilayah kekuasaan.

Kolonialisme didasari oleh kepentingan ekonomi. Kebanyakan wilayah yang dijadikan koloni memiliki sumber daya alam yang kaya.

Kolonalisme ini dapat terwujud melalui penaklukan. Mulanya bangsa yang hendak membuat koloni berdagang dengan penguasa lokal.

Lambat laun mereka mulai campur tangan dalam urusan pemerintahan penguasa setempat. Ini dilakukan karena mereka mencoba menghentikan pergolakan politik lokal yang bisa mengganggu kelancaran perdagangan mereka.

Pembentukan koloni ditandai dengan usaha membubarkan dan membentuk kembali komunitas yang sudah ada melalui perdagangan, penjarahan, pembunuhan massal, perbudakan, dan pemberontakan.

Wilayah koloni kemudian dinyatakan sebagai daerah bagian dari negara Induk. Contohnya adalah Hindia Belanda (Indonesia) merupakan koloni dari negara Belanda.

Ilustrasi VOC. Foto: Pixabay

Pengertian Imperialisme

Imperialisme berasal dari kata imperator yang memiliki arti memerintah. Jadi, imperialisme merupakan suatu sistem dalam dunia politik yang bertujuan untuk menguasai negara lain yang dianggap terbelakang untuk memperoleh kekuasaan dan keuntungan dari negara yang dikuasainya.

Para ilmuwan kemudian membagi imperialisme menjadi imperialism kuno dan modern. Imperialisme kuno terjadi sebelum revolusi industri dengan tujuan kekayaan (gold), kejayaan (glory), dan menyebarkan ajaran Alkitab (gospel). Spanyol dan Portugis adalah negara yang menjalankan imperialisme kuno.

Sedangkan imperialisme modern berlangsung setelah revolusi industri dengan Inggris sebagai pelopor. Tujuan imperialisme modern adalah:

  1. Mendapatkan daerah penghasil bahan baku industri

  2. Mendapatkan daerah pemasaran hasil idustri

  3. Mendapatkan daerah untuk invstasi jangka panjang

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Kolonialisme dan imperialisme memiliki kesamaan, yaitu sama-sama membuat bangsa penguasa makmur, sedangkan yang dijajah semakin menderita. Namun keduanya memiliki perbedaan mendasar, yaitu:

  1. Kolonialisme bertujuan untuk menguras habis sumber daya alam dari negara koloni untuk diangkut ke negara induk.

  2. Imperialisme bertujuan untuk menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan.

(ERA)