Pengertian Mad Wajib Mutassil dan Contohnya dalam Alquran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mad merupakan salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid. Secara bahasa, mad memiliki arti tambahan. Sedangkan secara istilah adalah memanjangkan suara saat membaca salah satu huruf mad atau layin.
Mengutip Buku Pintar Al-qur'an oleh Abu Nizhan, huruf mad terdiri dari alif (ا) setelah huruf berharakat fathah, ya (يْ) setelah huruf berharakat kasrah, dan wau (وْ) setelah huruf berharakat dhomah. Sedangkan huruf layin adalah wau (وْ) dan ya (يْ) setelah huruf berharkat fathah.
Hukum mad terbagi menjadi dua, yaitu mad far’i (cabang) dan mad thabi’i (asli). Mad far’i merupakan mad yang berasal dari pengembangan mad thabi’i yang terdiri dari tiga jenis, salah satunya mad wajib mutassil.
Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang mad wajib mutassil lengkap dengan contohnya dalam Alquran.
Mad Wajib Mutassil
Mad wajib mutassil merupakan bagian dari mad far’i. Berbeda dengan mad thabi’i, hukum bacaan mad far’i dibaca lebih panjang. Ini dikarenakan dua sebab, yaitu hamzah dan sukun.
Hukum mad wajib mutassil berlaku ketika huruf mad (ــــــَــــــ ا ; يْ ـــــــِــــــ ; وْ ـــــــُـــــــ ) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat. Mengutip buku Juz Amma Tajwid Berwarna dan Terjemahannya oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, mad wajib mutassil wajib dibaca empat atau lima harakat, dan ketika berhenti boleh membaca dengan enam harakat.
Dalam Alquran, bacaan mad wajib muttasil ditandai dengan garis melengkung tebal yang menandakan harus dibaca panjang. Letaknya berada di atas huruf mad thobi’i atau di antara huruf mad thobi’i dengan huruf hamzah.
Berikut contoh bacaan mad wajib mutassil dalam Alquran:
أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (Al-Baqarah ayat 5)
وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجً (An-Naba ayat 14)
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا (An-Naziat ayat 27)
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (Al-Ma’un ayat 6)
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (An-Nashr 1)
(MSD)
