Pengertian, Manfaat, Alat dan Bahan serta Teknik Membuat Makrame

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghias rumah agar terlihat rapi sekaligus memiliki estetika. Salah satunya adalah dengan menambahkan dekorasi makrame di dinding, lantai, atau bahkan langit-langit rumah.
Selain sebagai hiasan rumah, makrame juga kerap dimanfaatkan sebagai aksesoris busana. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, makrame adalah seni kerajinan dalam membuat berbagai simpul pada tali hingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai.
Selain tali sebagai bahan utama, ada juga beberapa peralatan lain yang harus disiapkan dalam pembuatannya. Menukil buku Seni Budaya dan Keterampilan terbitan Yudhistira Ghalia Indonesia, peralatan yang perlu dipersiapkan adalah:
Papan alas, digunakan sebagai tempat menahan benang agar tidak bergeser dari posisinya saat makrame dikerjakan.
Jarum pentul, berfungsi untuk mengikat rancangan makrame pada papan alas.
Pernak-pernik, biasanya digunakan sebagai hiasan makrame. Bentuknya sangat beragam, seperti manik-manik, kayu, kulit kerang, dan lainnya.
Gunting.
Pita ukuran.
Teknik Membuat Makrame
Pada umumnya, teknik yang digunakan dalam membuat makrame makrame umumnya menggunakan dua sampai empat simpul. Sedangkan untuk desain makrame yang lebih rumit, biasanya dibuat dengan mengombinasikan variasi tata letak beberapa teknik simpul dasar tersebut.
Berikut adalah teknik-tekniknya yang dirangkum dari buku Inspirasi Macrame oleh Indah Asriyani (2013):
1. Slip Knot
Teknik slip knot biasa dipakai untuk membuat loop. Simpul ini termasuk yang mudah dilepas. Caranya adalah dengan menarik ujung tali yang dekat dengan simpul utamanya.
2. Lark’s Head knot
Teknik lark’s head knot kerap digunakan untuk mengikatkan antara satu tali dengan yang lainnya. Cara membuatnya adalah dengan meletakkan setengah tali di bawah untuk membuat loop, masukkan ujung-ujung tali ke dalam loop, lalu tarik dan kencangkan.
3. Double Half Hitch
Berdasarkan gambar di atas, tali yang paling ujung disebut dengan tali tulang dasar. Tali itu bisa dibentuk lurus ataupun miring, sesuai dengan arah dan sudut pegangannya. Namun pada dasarnya, semua tali bisa dijadikan sebagai tali tulang dasar.
4. Mounting Knot
Mounting knot merupakan teknik yang cara pembuatannya berbeda arah dengan lark’s head knot di mana posisi tali berada di atas. Pada langkah akhir ditambahkan simpul di bagian kanan dan kirinya.
5. Half Knot
Teknik ini membutuhkan dua tali berbeda karena memiliki lebih dari satu bagian. Bagian pertama adalah dua tali yang berada di tengah. Ini adalah tali yang diikat dan akan selalu diam. Sedangkan bagian kedua adalah tali yang berada di sebelah kanan dan kiri yang fungsinya untuk mengikat.
6. Square Knot
Teknik square knot adalah yang paling sering digunakan dalam pembuatan makrame. Teknik ini merupakan lanjutan dari half knot dan kebalikan dari dua simpul half knot.
(NDA)
