Konten dari Pengguna

Pengertian Na'at dan Man'ut dalam Bahasa Arab beserta Contoh Kalimatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi na'at dan man'ut. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi na'at dan man'ut. Foto: Pixabay

Na’at dan man’ut merupakan bagian dari ilmu nahwu yang harus dikuasai seorang Muslim jika ingin memahami Al-Quran dan hadist. Kedua istilah ini merujuk pada kata sifat yang sering ditemukan dalam kalimat bahasa Arab.

Mengutip buku Panduan Mudah Memahami Bahasa Arab karya Abu Utsman Kharisman, na’at adalah pasangan man’ut. Dalam kalimat bahasa Arab, na’at selalu mengikuti man’ut dalam hal i’rob-nya.

Untuk memahami lebih jauh terkait pengertian na’at dan man’ut beserta ketentuan dan contoh kalimatnya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Na’at dan Man’ut

Ilustrasi pengertian Na'at dan Man'ut dalam bahasa Arab. Foto: Pixabay

Dalam buku Tata Bahasa Arab (Buku Pendampingan Belajar Bahasa Arab untuk Pemula), Endang Switri, M.Pd.I menjelaskan bahwa na’at secara bahasa adalah sifat (isim), sementara man’ut adalah yang disifati.

Dalam struktur kalimat bahasa Arab, na’at terletak di belakang man’ut (isim yang disifati). Fungsi na’at adalah untuk memperjelas gambaran keadaan yang berhubungan dengan isim itu sendiri. Simak contoh berikut.

جَاءَ التِلْمِيْدُ المُجْتَهِدُ

Artinya: “Seorang siswa yang rajin sudah datang”

Kata التِلْمِيْدُ dalam kalimat di atas adalah man’ut atau yang disifati, yaitu seorang siswa. Sementara itu, kata المُجْتَهِدُ berfungsi sebagai na’at atau sifatnya, yaitu rajin.

Ketentuan Na’at dan Man’ut beserta Contoh Kalimatnya

Dirangkum dari buku Bahasa Arab Dasar Kelas Mutsanna Level 2 karya Ilmi, S.Pd., M.Pd., berikut adalah beberapa ketentuan na’at dan man’ut dalam kalimat bahasa Arab.

1. Memiliki i’rob yang sama

I’rob adalah aspek dalam bahasa Arab yang mengatur perubahan bunyi kata yang umumnya merupakan syakat atau harokat pada setiap akhir kalimat.

Dalam struktur kalimat bahasa Arab, na’at dan man’ut harus memiliki i’rob yang sama. Bila man’ut-nya marfu’, maka na’at-nya marfu’. Begitu pula jika man’ut-nya manshub atau majrur, maka na’at-nya harus menyesuaikan i’rob dari man’ut tersebut. Berikut contohnya:

رأيت الأمِيْرَ العادلَ

Artinya: “Saya melihat seorang pemimpin yang adil itu.”

Dalam kalimat di atas, na’at dan man’ut sama-sama memiliki i’rob manshub yang ditandai dengan tanda fathah.

2. Memiliki gender yang sama

Dalam kaidah bahasa Arab, satu kata tertentu dapat disusun oleh huruf yang berbeda-beda, tergantung dengan gender pelaku atau objek dalam suatu kalimat, yaitu laki-laki (mudzakkar) dan perempuan (muannats).

Jika man’ut-nya adalah mudzakkar, maka na’at juga harus mudzakkar. Begitu pula sebaliknya, jika man’ut adalah muannats, maka na’at-nya juga muannats. Berikut contohnya.

حضر الطالب الناجح

Artinya: “Seorang siswa (laki-laki) yang rajin itu telah hadir”

Kata الطالب merupakan mun’at yang digunakan untuk laki-laki (mudzakkar), sedangkan kata الناجح adalah na’at yang juga merujuk pada mudzakkar.

حضرت الطالبة الناجحة

Artinya: “Seorang siswi yang rajin itu telah hadir”

Na’at dan man’ut dalam kalimat di atas sama-sama menunjukkan arti perempuan (muannats).

3. Memiliki adad atau jumlah yang sama

Selain berdasarkan gendernya, kata dalam bahasa Arab juga dapat disesuaikan dengan adad atau jumlah pelakunya, yaitu mufrad (satu), mutsanna (dua), dan jama (banyak). Berikut contohnya.

جاء الطالب الناجح

Artinya: “Satu siswa yang rajin.” (sama-sama mufrad atau satu)

جاء الطالبان الناجحان

Artinya: “Dua siswa yang rajin.” (sama-sama mutsanna atau dua)

جاء الطلاب الناجحون

Artinya: “Para siswa yang rajin.” (sama-sama berbentuk jama)

4. Memiliki ma’rifat dan nakirah yang sama

Ma’rifat adalah sifat yang dikhususkan kepada suatu objek tertentu, sedangkan nakirah diartikan sebagai sifat umum yang tidak merujuk pada sesuatu tertentu. Berikut contohnya.

جاء طالبٌ ناجحٌ

Artinya: “Seorang siswa yang rajin sudah datang.” (sama-sama nakirah atau bersifat umum, ditandai dengan tanwin)

جاء الطالبُ الناجحُ

Artinya: “Siswa yang rajin itu sudah datang.” (sama-sama ma’rifat atau bersifat khusus, ditandai dengan dammah)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan na’at?
chevron-down

Na’at secara bahasa adalah sifat (isim).

Apa itu man’ut dalam bahasa Arab?
chevron-down

Man’ut adalah isim yang disifati.

Bagaimana susunan na’at dan man’ut dalam suatu kalimat?
chevron-down

Dalam struktur kalimat bahasa Arab, na’at terletak di belakang man’ut (isim yang disifati).

(AAA)