Konten dari Pengguna

Pengertian Pantun Kanak-Kanak Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun kanak-kanak. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun kanak-kanak. Foto: Freepik.

Pantun merupakan puisi melayu asli Indonesia yang terdiri dari sampiran dan isi. Melihat maksud dan isinya, pantun dapat dikelompokkan berdasarkan tingkatan usia, salah satunya yaitu pantun kanak-kanak.

Pantun kanak-kanak biasanya menggambarkan dunia anak yang diisi banyak permainan, guyonan, perasaan gembira, hingga duka cita. Sehingga ada berbagai jenis pantun kanak-kanak yang sering didengar di kalangan masyarakat. Contohnya seperti pantun bersuka cita, pantun berduka cita, pantun permainan, pantun jenaka, dan pantun teka-teki.

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia:- Jilid 1 oleh Agus Trianto, secara umum, pantun kanak-kanak sama seperti jenis pantun lainnya. Memiliki bait dan baris, bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a, memiliki delapan hingga sepuluh suku kata, serta berisi sampiran dan isi.

Racmad Abror dalam buku Pantun Melayu menjelaskan, secara khusus, pantun kanak-kanak memiliki struktur yang lebih mudah daripada pantun biasanya. Memiliki bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan tidak menggunakan lambang atau simbol yang sulit.

Pantun merupakan bentuk karya sastra lisan yang perlu dilestarikan. Sebab, pantun sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Dikutip dari buku Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau karya Edwar Jamaris, pantun Indonesia meraih predikat sebagai warisan budaya dunia non benda dari UNESCO.

Oleh karenanya, sudah sepatutnya mengenalkan pantun kepada anak-anak sejak dini. Berikut contoh pantun kanak-kanak yang dikutip dari buku Mahir Menulis Pantun dan Puisi: Panduan bagi Pelajar karya Eko Sugiarto:

Contoh Pantun Kanak-Kanak

Ilustrasi contoh pantun kanak-kanak. Foto: Freepik.

Pantun Kanak-Kanak Sukacita

Ayam jantan terbang lepas

Hinggap di ranting pohon tumbang

Melihat ibu pulang lekas

Hatiku senang bukan kepalang

Hanyut batang berlilit tali

Terdampar ia hingga seberang

Lihat bunda sudah kembali

Hati susah menjadi senang

Anak beruk di tepi pantai

Anak elang belajar terbang

Biarlah buruk kain dipakai

Sebab sayang untuk dibuang

Abu berserak di dekat arang

Disiram air api pun mati

Ibu pulang bapa pun datang

Kami semua berbesar hati

Elok rupanya kumbang jati

Dibawa itik pulang petang

Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang

Carilah barang di luar bilik

Sebarang benda boleh carikan

Kita berdendang kakak beradik

Sembarang dendang kita lantunkan

Ramai orang bersorak-sorak

Menepuk gendang dengan rebana

Alangkah besar hati awak

Mendapat baju dan celana

Pantun Kanak-Kanak Berduka Cita

Tebu dipotong dibagi-bagi

Anak nelayan menyulam jala

Melihat ayah dan ibu pergi

Hati perih tidak terkira

Besar buahnya pisang batu

Jatuh melayang selaranya

Saya ini anak piatu

Sanak saudara tidak punya

Patin beli belanak beli

Udang di pasar dibeli pula

Adik benci kakak pun benci

Orang sekampung membenci pula

Buah mangga di tepi sawah

Masak sedikit bawakan bakul

Bapak saya sangat pemarah

Salah sedikit suka memukul

Burung nuri terbang ke jalan

Ikan belanak makan karang

Bunda mati bapak berjalan

Melarat anak tinggal seorang

Barang tebu berbuku-buku

Tebu dipotong dibagi-bagi

Menangis awak duduk di pintu

Melihat ayah dan ibu pergi

Pantun Kanak-Kanak Permainan

Bunga melati warnanya putih

Di hutan disukai monyet

Hidup ini janganlah bersedih

Mainkan musik kita berjoget

Cina gemuk membuka kedai

Menjual ember dengan pasu

Bertepuk tangan adikku pandai,

Boleh diupah dengan air susu

Buah ara, batang dibantun

Mari dibantun dengan parang

Hari saudara dengarlah pantun

Pantun tidak mengata orang

Batang perepat saya runtuhkan

Berangan angan di atas kota

Seberang dapat saya pantunkan

Jangan pula saya dikata.

(IPT)