Konten dari Pengguna

Pengertian, Prinsip, dan Contoh Ukhuwah Islamiyah dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Ukhuwah Islamiyyah. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Ukhuwah Islamiyyah. Foto: Freepik

Ukhuwah islamiyah adalah persaudaraan antar sesama pemeluk agama Islam. Konsep ini mengajarkan bahwa setiap Muslim merupakan saudara bagi Muslim lainnya.

Mila Amalia menerangkan dalam buku Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Masa Pandemi Covid-19, prinsip ukhuwah islamiyah yakni harus saling menyayangi antar sesama Islam dengan menghilangkan segala penyakit hati yang dapat menyebabkan cerai berai atau perpecahan.

Selain itu, orang akan dianggap beriman apabila ia mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak beriman seseorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas RA).

Lalu, seperti apakah contoh ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari? Untuk mengetahui jawabannya, simak uraian berikut ini.

Contoh Ukhuwah Islamiyah dalam Kehidupan Sehari-hari

Illustrasi Ukhuwah Islamiyyah. Foto: Freepik

Berikut adalah contoh ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari yang dihimpun dari buku Jalan Menggapai Ridho Allah oleh Abdul Aziz Ajhari, Aliyah Siti Nurlathifah, dan Ariyanda Safitri.

1. Menegakkan sholat lima waktu

Ketika kaum Muslimin bertemu sebanyak lima kali sehari untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid atau Mushola, mereka akan saling mengenal. Akibatnya, akan terjalin silaturahmi antar sesama umat Islam. Hal ini pun juga dapat membuat hati mereka terpaut hingga mendatangkan rasa cinta dan kesatuan.

2. Menebarkan salam dan dilarang bersikap acuh

Sebagai sesama umat Islam, dianjurkan untuk saling memberikan salam dan tidak boleh bersikap acuh. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Salah satu perbuatan yang akan membuat kita saling mencintai adalah saling menyebarkan salam. Dan sebaliknya, Islam melarang umatnya untuk saling melakukan perbuatan acuh dan memutuskan hubungan dengan saudaranya sendiri (saudara seiman).” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Memenuhi hak antar sesama umat Muslim

Setiap manusia pasti memiliki haknya masing-masing. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita saling memenuhi hak antar manusia, terutama sesama umat Muslim.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya ada enam, yaitu: Apabila engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam; Apabila dia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; Apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah dia; Apabila dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah, maka Doakanlah dia (dengan mengucapkan yarhamukallah); Apabila dia sakit, jenguklah dia; Dan apabila dia meninggal, maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim).

4. Saling tolong-menolong

Sebagai sesama Muslim, hendaknya kita saling tolong-menolong dengan cara membantu dan meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Dengan begitu, akan muncul rasa simpati dan empati kita kepada seluruh makhluk hidup lainnya.

5. Saling memaafkan

Memaafkan merupakan langkah paling benar dalam menyelesaikan suatu masalah atau pertikaian. Dengan memaafkan, setiap permasalahan akan menjadi mudah untuk diselesaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memaafkan saat ia mampu membalas, maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan.” (HR. Ath-Thabrani).

6. Menjauhi perbuatan maksiat

Maksiat merupakan salah satu penyebab permusuhan di antara manusia, seperti meminum khamar dan judi. Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

Artinya: “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. Al Maidah: 91).

7. Saling mendoakan dalam kebaikan

Umat Muslim sudah sepatutnya saling mendoakan dalam kebaikan antar sesama umat-Nya. Nabi SAW pernah bersabda, “Jika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat pun akan mengatakan, ‘(Semoga) engkau mendapatkan sebagaimana yang engkau doakan kepada saudaramu.’” (HR. Muslim).

(NDA)