Konten dari Pengguna

Pengertian Rukun Ihsan, Islam, dan Iman yang Perlu Dipahami Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Rukun Ihsan. Foto: Adobe Stock
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Rukun Ihsan. Foto: Adobe Stock

Islam memiliki tiga rukun utama yang berfungsi sebagai kerangka dasar atau fondasi beragama. Ketiga rukun tersebut, yaitu Islam, iman, dan ihsan. Rukun-rukun ini saling berkaitan antara satu dengan lainnya.

Seseorang baru akan dianggap sebagai Muslim seutuhnya apabila ia paham dan mengerti ketiga rukun tersebut. Lantas, apa yang dimaksud dengan rukun ihsan, iman, dan Islam? Simak penjelasan ketiganya di bawah ini.

Rukun Ihsan

Secara etimologi, kata ihsan berasal dari kata hasuna-yahsunu-hasanan yang berarti baik. Sedangkan apabila di depannya ditambahkan dengan hamzah, maka menjadi ahsana-yushina-ihsanan yang artinya berbuat baik sebagaimana dikutip dari buku Kajian Tauhid dalam Bingkai Aswaja oleh Ahmad Hawassy.

Dari pengertian di atas, ihsan dalam ajaran Islam bisa dimaknai sebagai berbuat baik dengan beribadah kepada Allah SWT secara ikhlas. Perihal ihsan ini juga telah disinggung dalam Alquran surat Al Baqarah yang artinya:

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: Janganlah kamu menyembah selain Allah SWT dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat. Tetapi Kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (QS. Al Baqarah: 83).

Berdasarkan ayat tersebut, beribadah yang dimaksud dalam rukun ihsan, yaitu sholat, zakat, berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, serta bertutur kata yang baik kepada sesama manusia.

Menurut Dahlan Azis dalam pengantar buku Akhlak Menggapai Makrifat yang dikutip Ana Nadhya Abrar dalam buku Susila Wartawan Muslim, rukun ihsan terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Beramal saleh: Perbuatan baik yang dilakukan secara sengaja. Rukun ihsan ini harus dilakukan dengan ikhlas, sehingga bisa dicatat sebagai ibadah.

  2. Makrifat: Ini adalah tahap di mana seseorang merasa dirinya dilihat oleh Allah SWT ketika sedang beramal saleh. Salah satu cara agar seseorang bisa berada di tahap makrifat adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

  3. Muraqabah: Suatu kesadaran yang dimiliki seseorang bahwa Allah SWT senantiasa selalu mengawasi, mendengar, serta mengetahui apapun yang dilakukannya. Orang yang merasa diawasi oleh Allah akan selalu hati-hati dalam bertindak, bersikap dan terdorong untuk selalu berbuat kebaikan.

Rukun Islam

Illustrasi Rukun Islam. Foto: Adobe Stock

Dalam ilmu fiqih, rukun Islam diformulasikan sebagai aturan-aturan yang berkaitan langsung dengan Allah SWT (hablun minallah) dan juga sesama manusia (hablun minannas). Rukun Islam ini terdiri dari lima hal, yaitu:

Bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan mengerjakan ibadah haji apabila mampu.

Ini sesuai dengan hadits dari Umar bin Khotob, ia berkisah: “Rasulullah SAW pernah didatangi oleh malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki, kemudian ia bertanya kepada beliau: Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.

Lalu Rasulullah SAW menjawab: Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu. Orang itu lantas berkata: Benar.” (HR. Muslim).

Rukun Iman

Alquran. Foto: Adobe Stock

Masih dalam hadits yang sama, dari Umar RA bahwasannya malaikat Jibril kembali bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai iman. Beliau menjawab: “Iman itu ialah engkau beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, hari akhir dan engkau beriman terhadap qodho’ dan qodar; yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim).

Dalam definisi tersebut, iman dapat dimaknai sebagai percaya dengan cara membenarkan sesuatu di dalam hati (amalan batiniah), yaitu berupa keimanan kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan juga takdir.

(NDA)