Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
Konten dari Pengguna
Pengertian serta Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam
11 Februari 2021 14:41 WIB
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pantun, syair, dan gurindam termasuk ke dalam bentuk karya sastra dalam bahasa Indonesia. Karya sastra menjadi salah satu ciri khas bahasa Indonesia yang disusun dengan pemilihan kata indah dan penuh makna.
ADVERTISEMENT
Karya sastra seperti pantun, syair, dan gurindam memiliki beberapa fungsi. Dikutip dari buku Mengenal Karya Sastra Lama Indonesia karya Kusinwati (2009), fungsinya pantun, syair, dan gurindam adalah:
Untuk lebih memahami pantun, syair, dan gurindam, simak penjelasan berikut ini.
Pengertian Pantun
Pantun merupakan jenis puisi lama yang telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan nama berbeda-beda. Dalam bahasa Jawa disebut parikan, dalam bahasa Sunda adalah sisindiran, dan dalam bahasa Toraja dikenal dengan bolingoni.
ADVERTISEMENT
Meskipun memiliki sebutan yang berbeda-beda, pantun tetap memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai ungkapan perasaan atau bisa juga sindiran kepada orang lain.
Dalam buku Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTS Kelas VII yang disusun oleh Dr. Agus Trianto (2007: 20), pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Pengertian Syair
Syair dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) dan berakhir dengan bunyi yang sama.
ADVERTISEMENT
Syair diambil dari bahasa Arab yaitu syir'u yang artinya adalah puisi. Oleh sebab itu, syair termasuk ke dalam puisi lama yang berisikan kisah atau sebuah pesan. Ciri-ciri syair adalah:
Pengertian Gurindam
Gurindam bukan termasuk ke dalam bentuk puisi Indonesia, melainkan berasal dari Tamil. Dilihat dari bentuknya, gurindam mirip dengan pantun kilat karena berirama a-a.
Namun yang membedakan adalah gurindam terdiri dari sebab dan akibat pada baris satu dan dua nya. Dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas XII yang ditulis Asul Wiyanto (2006: 172), gurindam memiliki ciri sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam
Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa persamaan dari ketiganya adalah termasuk ke dalam jenis karya sastra, serta memiliki maksud dan tujuan dalam penyampaiannya.
Tujuannya adalah untuk menyampaikan ungkapan melalui kata-kata agar pesan yang ingin diutarakan dapat diterima. Pantun, syair, dan gurindam juga sama-sama memiliki baris yang terdiri dari dua maupun empat bait.
(HDP)