Pengertian Sifat Hasad dan Dampaknya dalam Kehidupan Seorang Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasad adalah sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap Muslim. Perilaku yang rendah dan hina ini dapat merusak fisik, mengotori agama, hingga menyeret seseorang ke dalam api neraka.
Penyakit hati ini tidak boleh dianggap sepele. Menurut Komarudin Ibnu Mikam dalam bukunya yang berjudul Mukjizat Bersyukur, hasad dapat menyebar dan merusak seluruh kebaikan dalam diri seseorang.
Sebagaimana disebutkan dalam hadist Ad-Dailami, yang berbunyi:
“Jagalah dirimu dari hasad. Karena sesungguhnya hasad dapat menghapus semua kebaikan, seperti api melahap kayu.” (HR. Ad Dailami)
Lantas, apa sebenarnya arti dari hasad? Simak jawabannya dalam pembahasan berikut ini.
Apa Itu Hasad?
Menurut istilah tasawuf, hasad adalah perasaan dengki atau tidak senang kepada nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Sementara itu Imam al-Nawawi mengartikan hasad sebagai berangan-angan agar kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain hilang darinya.
“Yang disebut dengan hasud ialah sebuah keinginan agar kenikmatan yang dimiliknya hilang dari pemiliknya, baik kenikmatan itu dalam masalah agama, ataupun dunia.”
Mengutip buku Mutiara Akhlak Tasawuf yang ditulis oleh Dr. Sahri, Ma (2021), terdapat empat tingkatan kedengkian, antara lain adalah:
Menginginkan lenyapnya nikmat dari orang lain sekalipun nikmat itu tidak berpindah kepada dirinya. Ini merupakan puncak dari keburukan.
Menginginkan lenyapnya nikmat dan berpindah kepadanya karena ia sangat menginginkan nikmat itu. Misalnya, keinginan terhadap keinginan terhadap rumah, wanita cantik, kesejahteraan, atau kekuasaan yang didapatkan oleh orang lain.
Tidak menginginkan nikmat itu sendiri untuk dirinya tetapi menginginkan nikmat yang serupa, jika tidak bisa mendapatkan nikmat yang serupa maka ia menginginkan lenyapnya nikmat itu agar tidak muncul perbedaan antara keduanya.
Menginginkan nikmat yang serupa untuk dirinya dan jika tidak bisa mendapatkannya maka ia tidak menginginkan kelenyapannya dari saudaranya.
Kerusakan yang Disebabkan oleh Hasad
Mengutip buku Minhajul Abidin: Jalan Ahli Ibadah karangan Imam Al-Ghazali (2016), sifat hasad dapat menimbulkan lima macam kerusakan, di antaranya:
1. Merusak Taat
Sifat hasad dapat merusak ketaatan dan ibadah seseorang. Sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:
“Hasad itu memakan pahala kebaikan, seperti apa makan kayu bakar.”
2. Menjadikan Lemah
Seseorang yang terjangkit penyakit hati hasad akan menjadi lemah dan kebingungan yang tidak bermanfaat, bahkan menimbulkan dosa maksiat.
Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Samma’ra, bahwa keadaan orang zhalim dan hasad itu adalah sama. Mereka mempunyai napas yang berlarut-larut, otak kosong dan hampa, serta kesusahan terus-menerus.
3. Buta Hati
Sifat hasad dapat membuat umat Islam buta hati. Sehingga tidak mampu memahami satu hukum pun dari sekian banyak hukum Allah.
4. Terhalangnya Kebaikan
Hasad dapat menyebabkan terhalangnya kebaikan. Seseorang yang memiliki sifat hasad tidak akan mendapatkan taufik dan tidak mampu mencapai segala yang menjadi kebutuhannya.
“Orang dengki bukan ahli agana, dan orang yang suka mencela tidak termasuk ahli ibadah. Orang yang suka mengadu domba tidak boleh dipercaya, dan orang hasad termasuk golongan yang tidak perlu mendapatkan pertolongan,” (Hatimul Asham ra.)
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Hasad?

Apa yang Dimaksud dengan Hasad?
Hasad adalah sifat iri dengki terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang.
Mengapa Hasad Dilarang dalam Islam?

Mengapa Hasad Dilarang dalam Islam?
Hasad dilarang dalam Islam karena sifat itu tercela. Selain itu, hasad juga dapat menyeret seseorang ke api neraka.
Mengapa Sifat Hasad Berbahaya?

Mengapa Sifat Hasad Berbahaya?
Sifat hasad sangat berbahaya karena penyakit hati ini dapat mendorong seseorang melakukan dosa.
