Pengertian Sifat Kibir beserta Dampaknya pada Diri Sendiri dan Orang Lain

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sombong, angkuh, atau arogan dalam agama Islam disebut kibir. Sifat kibir adalah salah satu sifat yang harus dihindari oleh umat Muslim karena dapat menimbulkan dampak negatif terhadap diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, sifat kibir seringkali muncul tanpa disadari orang yang bersangkutan. Penyakit ini biasanya dialami oleh mereka yang memiliki kelebihan seperti jabatan yang tinggi, kekayaan yang melimpah, penampilan yang menarik, dan lain-lain.
Sifat kibir dimulai dari rasa enggan seseorang untuk mengevaluasi diri sendiri. Mereka menganggap bahwa dirinya selalu benar dan tidak pernah salah. Orang seperti ini lama-kelamaan akan mengeluarkan sikap angkuhnya.
Untuk mengetahui lebih lanjut terkait pengertian sifat kibir serta dampak negatif dari sifat tersebut, simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Pengertian Sifat Kibir menurut Ajaran Islam
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sifat kibir adalah menganggap dirinya lebih (kuat dan sebagainya), takabur, sombong, atau angkuh.
Menurut istilah dalam ajaran Islam, kibir adalah sikap angkuh, merasa dirinya lebih dari pada orang lain, memandang remeh orang lain, serta tidak mau taat atau tunduk kepada Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits berikut.
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya: “Kibir (kesombongan) itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR Muslim)
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah dalam kitab Madarijus-Salikin menjelaskan bahwa sifat kibir lebih jahat daripada syirik. Sebab, orang yang sombong merasa dirinya hebat dan tidak perlu lagi beribadah kepada Allah.
Sementara itu, orang-orang yang berbuat syirik masih mau beribadah kepada Allah atau selain-Nya. Dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 29, Allah SWT berfirman:
فَادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗفَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
Artinya: “Maka masukilah pintu-pintu neraka jahanam, kalian kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.” (An-Nahl:29)
Dampak Sifat Kibir yang Merugikan Diri Sendiri
Dihimpun dari buku Akhlak Madzmumah dan Cara Pencegahannya karya Drs. Rik Suhadi, sifat kibir dalam ajaran Islam memiliki banyak dampak negatif yang merugikan diri sendiri, di antaranya sebagai berikut.
1. Tidak akan mencium bau surga
Orang yang bersifat kibir tidak akan mencium bau surga, apalagi masuk ke dalamnya. Dalam Hadits Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنَ
Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam kalbunya ada sikap sombong meski sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)
2. Mendatangkan murka Allah
Perkara ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam kitab hadits shahih Adabul Mufrad sebagai berikut.
مَنْ تَعَظَّمَ فِي نَفْسِهِ، أَوِ اخْتَالَ فِي مِشْيَتِهِ، لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ
“Barang siapa merasa besar pada dirinya .atau conkak dalam jalannya, dia akan menemui Allah ‘Azza Wa jalla dalam keadaan murka kepadanya.“ (Shahih Adabul-Mufrad)
3. Menjadikan hati terkunci
Penyakit sombong atau kibir dapat mengunci rapat masuknya iman dan hidayah dari Allah ke dalam hati. Orang yang kibir tidak mau menerima menerima pelajaran karena sudah merasa lebih dan cukup ilmu dibanding yang lain. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mukmin sebagai berikut.
يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
Artinya: "Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang." (QS. Al- Mu’min:35)
4. Dibenci oleh manusia
Mereka yang bersifat kibir sangat dibenci oleh orang-orang di sekitarnya. Perbuatan ini seringkali menyakiti hati seseorang tanpa disadari. Selain dibenci oleh sesama manusia, orang kibir juga dibenci Allah SWT sebagaimana tercantum dalam ayat berikut.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)
Dampak Sifat Kibir yang Merugikan Orang Lain
Sifat kibir tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitarnya. Mengutip buku Terjemah Kitab Taisirul Khalaq terbitan Uwais Inspirasi Indonesia, berikut adalah beberapa dampak dari sifat kibir yang merugikan orang lain.
Membuat sakit hati orang lain
Membuat orang lain iri
Membuat orang lain merasa rendah diri
Mematahkan semangat orang lain
Memecah belah hubungan baik dengan orang lain
Mendorong lingkungannya untuk membenci seseorang yang dianggap remeh
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang menyebabkan seseorang memiliki sifat kibir?

Apa yang menyebabkan seseorang memiliki sifat kibir?
Sifat kibir dimulai dari rasa enggan seseorang untuk mengevaluasi diri sendiri. Mereka menganggap bahwa dirinya selalu benar dan tidak pernah salah.
Apa dampak sifat kibir yang merugikan diri sendiri?

Apa dampak sifat kibir yang merugikan diri sendiri?
Salah satu dampak sifat kibir yang merugikan diri sendiri adalah dibenci oleh sesama manusia.
Apa dampak sifat kibir yang merugikan orang lain?

Apa dampak sifat kibir yang merugikan orang lain?
Sifat kibir akan membuat seseorang sakit hati, iri, atau merasa rendah diri.
