Konten dari Pengguna

Pengertian Sifat Nafsiyah yang Perlu Diketahui Setiap Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sifat wajib Allah yang perlu diketahui umat Muslim. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sifat wajib Allah yang perlu diketahui umat Muslim. Foto: Unsplash

Sifat nafsiyah adalah salah satu sifat wajib Allah yang perlu diketahui setiap umat Muslim. Nafsiyah merujuk pada keberadaan Allah sebagai penguasa jagat raya. Sifat ini menegaskan bahwa Allah merupakan dzat yang nyata dan benar-benar ada.

Mengutip buku Aqidah Akhlaq karya Taofik Yusmansyah, sifat wajib Allah adalah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah SWT dan tidak ada satu pun yang dapat menyerupai-Nya. Sifat-sifat Allah ini hanya dapat diyakini melalui keimanan dan akal sehat berdasarkan petunjuk dari dalil Al-Quran maupun hadist.

Sejatinya, sifat yang menunjukkan kesempurnaan Allah tidak terhitung jumlahnya. Namun, yang wajib dipahami setiap umat Muslim hanyalah 20 sifat yang terbagi menjadi empat kelompok, yaitu nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah.

Lantas, apa yang dimaksud dengan sifat nafsiyah? Untuk mengetahui lebih lanjut terkait pengertian sifat nafsiyah dan sifat wajib Allah lainnya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Sifat Nafsiyah

Ilustrasi sifat nafsiyah adalah sifat yang berhubungan dengan dzat Allah. Foto: Unsplash

Dirangkum dari buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna karya Syaifurrahman El-Fati, nafsiyah berasal dari kata nafs yang berarti “diri”. Menurut istilah, sifat nafsiyah adalah sifat khusus yang menunjukkan keberadaan Allah dan hanya pada diri atau dzat Allah.

Sifat wajib yang masuk ke dalam kategori nafsiyah ini hanya satu, yaitu Wujud. Sifat Wujud artinya Allah SWT ada bukan karena diciptakan, tetapi karena dzat-Nya sendiri. Penjelasan mengenai sifat ini juga tercantum dalam Al-Quran surah As-Sajdah ayat 4.

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ

Artinya: "Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As-Sajdah:4)

Pengertian Sifat Wajib Allah Lainnya (Salbiyah, Ma’ani, dan Ma’nawiyah)

Ilustrasi sifat wajib Allah dalam ajaran tauhid Islam. Foto: Unsplash

Dihimpun dari buku Pergolakan Pemikiran dalam Islam karya Simuh, para ulama tauhid membagi sifat wajib Allah ke dalam empat kategori. Selain nafsiyah yang berhubungan dengan dzat Allah, berikut adalah beberapa sifat Allah lainnya.

1. Sifat Salbiyah

Salbiyah berasal dari kata salab yang artinya “menolak”. Sifat salbiyah adalah sifat yang menunjukkan penolakan atas segala yang tidak layak bagi Allah SWT. Secara sederhana, sifat salbiyah dapat dipahami sebagai lawan dari sifat-sifat mustahil bagi Allah. Adapun sifat yang tergolong dalam kategori salbiyah di antaranya:

  • Qidam (terdahulu atau tidak berawal)

  • Baqa’ (kekal)

  • Mukhalafatuhu lil Hawadits (berbeda dengan segala makhluk)

  • Qiyamuhu Binafsihi (ada dengan sendirinya)

  • Wahdaniyat (esa atau satu)

2. Sifat Ma’ani

Sifat ma’ani adalah sifat yang berhubungan dengan perbuatan Allah. Sifat yang ada pada Allah SWT ini menunjukkan bahwa dzat-Nya memang maujud (nyata). Adapun sifat yang termasuk dalam kategori ma’ani di antaranya:

  • Qudrat (berkuasa)

  • Iradat (berkehendak)

  • Ilmu (mengetahui segala perkara)

  • Hayat (hidup)

  • Sama’ (mendengar)

  • Basar (melihat)

  • Kalam (bersabda/berfirman)

3. Sifat Ma’nawiyah

Sifat ma’nawiyah adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan ma’ani, artinya ia tidak dapat berdiri sendiri. Sifat ini dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari sifat ma’ani. Adapun sifat yang termasuk kategori ma’nawiyah di antaranya:

  • Qadiran (selalu berkuasa)

  • Muridan (selalu berkehendak)

  • Aliman (selalu mengetahui)

  • Hayan (selalu hidup)

  • Sami’an (selalu mendengar)

  • Basiran (selalu melihat)

  • Mutakalliman (selalu berkata-kata)

Frequently Asked Question Section

1. Apa yang dimaksud dengan sifat wajib Allah?
chevron-down

Sifat wajib Allah adalah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah SWT dan tidak ada satu pun yang dapat menyerupai-Nya.

Apa saja yang termasuk sifat nafsiyah?
chevron-down

Sifat wajib yang masuk ke dalam kategori nafsiyah ini hanya satu, yaitu Wujud.

Apa saja yang termasuk sifat ma’nawiyah?
chevron-down

Qadiran (selalu berkuasa), Muridan (selalu berkehendak), Aliman (selalu mengetahui), Hayan (selalu hidup), Sami’an (selalu mendengar), Basiran (selalu melihat), dan Mutakalliman (selalu berkata-kata).

(AAA)