Konten dari Pengguna

Pengertian Sunnah Ab'ad dalam Shalat beserta Jenis-Jenis dan Bacaannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian sunnah ab'ad. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian sunnah ab'ad. Foto: Pexels

Shalat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan paling penting dalam agama Islam. Dalam praktiknya, shalat terdiri dari beberapa rangkaian gerakan dan bacaan yang bersifat wajib maupun sunnah, salah satunya sunnah ab’ad.

Mengutip buku Safinah Simple Series karya Zackiyah Ahmad, sunnah ab’ad adalah amalan yang tidak wajib ditunaikan. Namun, amalan ini sangat dianjurkan untuk menutupi kesalahan dan menyempurnakan ibadah shalat.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait pengertian sunnah ab’ad dalam shalat beserta jenis-jenis dan bacaannya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Sunnah Ab’ad

Ilustrasi sunnah ab'ad adalah sunnah yang sangat dianjurkan dalam shalat. Foto: Pexels

Menurut Dr. Muh. Hambali, M.Ag., dalam buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian, sunnah ab’adh adalah sunnah yang jika ditinggalkan, dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.

Ab’ad sendiri merupakan bentuk jamak dari kata bahasa Arab ba’adh yang berarti “bagian”. Amalan sunnah ini dinamakan ab’ad karena harus ditutupi dengan sujud sahwi yang nilainya mirip dengan bagian asli dalam shalat (rukun shalat).

Sunnah ab’ad bersifat independen, memiliki posisi khusus dalam shalat, dan tidak bergabung dengan gerakan atau bacaan lain. Meski demikian, sunnah ini tetap dikerjakan di tengah shalat, bukan sebelum atau sesudahnya.

Jenis-Jenis Sunnah Ab’ad dan Bacaannya

Ilustrasi sunnah ab'ad. Foto: Pexels

Dihimpun dari laman Nahdlatul Ulama Online (NU Online), Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam Kitab Safinatun Naja menjelaskan bahwa sunnah ab’ad terdiri atas empat bagian, di antaranya:

1. Tasyahud awal

Tasyahud awal adalah tasyahud yang tidak dilanjutkan dengan salam. Dalam suatu hadist, dijelaskan bahwa rasulullah SAW pernah meninggalkan tasyahud awal dan menggantinya dengan dua sujud (sahwi). Adapun bacaan tasyahud awal yakni sebagai berikut.

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

2. Duduk untuk tasyahud awal

Seseorang yang melakukan tasyahud awal secara tidak sempurna (tidak duduk menurut kadar lamanya tasyahud awal), maka ia disunnahkan bersujud sahwi.

3. Membaca shalawat Nabi pada tasyahud awal

Membaca shalawat Nabi pada tasyahud awal hukumnya sunnah ab’ad. Karena itu, seseorang yang lupa membaca shalawat ini dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi. Berikut bacaan shalawat Nabi pada tasyahud awal.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad

Artinya: "Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."

4. Membaca shalawat keluarga Nabi pada tasyahud akhir

Serupa dengan shalawat pada tasyahud awal, shalawat untuk keluarga Nabi di tasyahud akhir juga bersifat sunnah ab'ad. Hal ini bahkan telah dianggap setara dengan rukun shalat. Berikut bacaan shalawatnya.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shollaita 'ala Ibroohim wa 'ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa baarokta 'ala Ibrohim wa 'ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.

Artinya: "Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Seperti rahmat yang tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam."

4. Membaca qunut pada shalat subuh dan witir paruh kedua Ramadhan

Membaca doa qunut pada shalat subuh atau shalat witir di paruh kedua Ramadhan hukumnya sunnah ab’ad. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat Ahmad, Rasulullah SAW selalu melakukan qunut hingga beliau meninggal dunia. Berikut bacaannya.

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allahummah dinii fii man hadairs, wa 'aafiinii fii man 'aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a'thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa 'alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaits.

Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atasMu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi."

(AAA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan tasyahud awal?
chevron-down

Tasyahud awal adalah tasyahud yang tidak dilanjutkan dengan salam.

Apa hukum membaca shalawat pada tasyahud awal?
chevron-down

Hukum membaca shalawat pada tasyahud awal adalah sunnah ab’ad. Sehingga jika ditinggalkan, dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.

Apakah Nabi Muhammad sholat subuh pakai qunut?
chevron-down

Menurut hadist riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW selalu melakukan qunut dalam shalat hingga beliau meninggal dunia.