Pengertian, Syarat, Ciri, Sifat , dan Contoh Bunyi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunyi menjadi salah satu jenis gelombang yang bisa dirasakan oleh indera pendengaran atau telinga. Bunyi adalah getaran yang merambat sebagai gelombang akustik, melalui media transmisi seperti cairan, gas, atau padat.
Dalam ilmu Fisika, bunyi awalnya dihasilkan oleh sumber bunyi atau benda yang bergetar. Kemudian, benda tersebut akan menggetarkan molekul-molekul ke udara yang ada di sekitarnya.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bunyi bisa terdengar oleh telinga, di antaranya:
Ada benda bergetar atau sumber bunyi.
Ada medium yang merambatkan bunyi.
Ada penerima yang berada di dalam jangkauan sumber bunyi.
Sejatinya, cepat rambat bunyi cukup terbatas. Bahkan, cepat rambat bunyi lebih kecil dibanding cepat rambat cahaya. Karena itulah, bunyi memerlukan waktu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Bunyi bisa dikenali dengan beberapa ciri tertentu, di antaranya:
Merupakan gelombang longitudinal.
Tidak bisa merambat pada ruang hampa.
Disa mengalami resonasi dan pemantulan.
Kecepatan rambatnya dipengaruhi kerapatan medium perambatan.
Selain memiliki ciri tertentu, bunyi juga mempunyai sifat yang mirip dengan gelombang. Nah, berikut adalah sifat-sifat bunyi.
Bunyi dapat Dipantulkan
Bunyi dapat memantul jika mengenai suatu benda atau penghalang. Setelah memantul, bunyi akan menghasilkan gema atau gaung.
Gema merupakan bunyi pantulan yang terdengar jelas. Sedangkan, gaung adalah bunyi pantul yang terdengar bersamaan dengan bunyi asli, sehingga bunyi yang terdengar tidak jelas.
Suara terdengar lebih keras di dalam gua karena pemantulan di dinding gua.
Bioskop menggunakan peredam suara agar suara pantul tidak menyebar keluar ruangan bioskop.
Bunyi dapat Dibiaskan
Bunyi bisa dibiaskan atau refraksi. Sifat ini akan membuat bunyi yang dihasilkan tidak sekeras suara aslinya.
Contoh:
Suara petir terdengar lebih keras di malam hari daripada di siang hari.
Bunyi dapat Merambat
Bunyi dapat didengar oleh indera pendengaran karena proses perambatan bunyi. Bunyi merambat melalui zat perantara seperti gas, cairan, dan benda padat.
Proses perambatan bunyi memiliki kecepatan yang berbeda di setiap media. Bunyi paling cepat merambat melalui benda padat dan paling lambat merambat melalui gas seperti udara.
Contoh:
Ketika menyelam di dalam air, bunyi masih bisa terdengar.
Bunyi bisa merambat lewat benang dan gelas
(GTT)
