Konten dari Pengguna

Pengertian Tabayyun dan Cara Melakukannya Bagi Umat Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tabayyun. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tabayyun. Foto: pixabay

Di era digital saat ini, informasi apapun bisa didapatkan dengan cepat dan mudah. Namun kecepatan informasi ini juga bisa menimbulkan masalah baru seperti adanya berita palsu atau hoaks.

Sebagai seorang Muslim hendaknya kita bisa menyikapinya dengan tabayyun terlebih dahulu sebelum mempercayai beritanya. Ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bersikap tabayyun ketika menerima suatu berita. Perintah ini tertuang dalam Surat Al-Hujurat ayat 6

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

Apa itu tabayyun? Dan bagaimana cara bertabayyun dalam Islam?

Ilustrasi tabayyun. Foto: pixabay

Pengertian Tabayyun

Secara bahasa, tabayyun memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan menyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas dan benar permasalahannya.

Sikap tabayyun perlu ditanamkan dalam diri seorang Muslim. Ketika menerima berita, hendaknya seorang Muslim mencari kebenarannya terlebih dahulu.

Dan sebelum membagikannya, pastikan informasi tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan terlebih dahulu. Jangan sampai informasi yang disampaikan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Cara Bertabayyun Dalam Islam

Untuk bisa bersikap tabayyun, seorang Muslim harus terbiasa dengan kegiatan riset informasi. Islam sendiri telah mengenal berbagai jenis riset yang didasarkan pada pendapat ilmuwan seperti Al-Farabi, Al-Khawarizmi, Ibnu khaldun, dan Imam Ghazali.

Mengutip dari skripsi karya Brian Rafsan yang berjudul Sikap Tabayyun dalam Alquran menurut Mufassir dan Kontekstualisasinya Pada Problematika Pemberitaan Media Sosial (2018), jenis riset dibedakan menjadi lima, yaitu sebagai berikut:

  • Riset Bayani, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mengenal gejala dan proses alam beserta makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Contohnya mengenai warna hewan, tingkah laku hewan, dan pola perkembangbiakan hewan.

  • Riset Istiqra'i, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mencari informasi kebudayaan dan kehidupan sosial manusia. Saat ini riset istiqra’i banyak digunakan dalam cabang ilmu sosial.

  • Riset Jadali, yaitu riset yang dimaksudkan untuk mencari kebenaran yang didasarkan pada pola berpikir rasional (rasionale exercise). Jenis riset ini digunakan dalam beberapa cabang ilmu seperti ilmu mantiq dan filsafat.

  • Riset Burhani, yaitu riset yang berfokus pada kegiatan eksperimen atau percobaan ilmiah seperti temuan obat dan teknologi.

  • Riset Irfani, yaitu riset yang mempelajari aspek ajaran Islam. Jenis riset ini banyak digunakan dalam cabang ilmu tasawuf.

(MSD)