Konten dari Pengguna

Pengertian, Tahap Pembuatan, dan Contoh Puisi Baru

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Puisi Baru. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Puisi Baru. Foto: Pixabay

Puisi baru merupakan jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan baku dan lebih bersifat bebas bila dibandingkan dengan puisi lama. Puisi baru terbentuk dari masyarakat baru yang telah mengalami akulturasi budaya.

Meski tidak lagi terikat dengan beragam aturan, namun proses pembuatan puisi baru harus tetap melewati beberapa tahapan. Mengutip buku Bahasa Indonesia untuk SMA dan MA Kelas X oleh Suratno dan Wahono, berikut adalah tahapan dalam pembuatan puisi baru.

  • Tahap persiapan dan usaha: Penyair menentukan tema yang paling menarik. Tema dapat diperoleh penyair dengan mengamati kejadian-kejadian sekitar. Setelah mengamati, penyair mengumpulkan informasi dari peristiwa-peristiwa tersebut untuk disaring hingga menghasilkan tema.

  • Tahap inkubasi dan pengendapan: Penyair mengendapkan ide beserta informasi yang telah terkumpul tersebut untuk diperkaya dengan imajinasinya. Caranya dengan mengapresiasikan seakan-akan peristiwa itu terjadi pada diri penyair.

  • Tahap iluminasi: Penyair akan mengekspresikan masalah atau tema tersebut dalam sebuah puisi, semakin sering berlatih, maka semakin terampil mengekspresikan puisi dalam bahasa yang indah. Pada tahap ini, penyair harus memerhatikan sifat- sifat puisi.

  • Tahap verifikasi: Penyair menilai karyanya sendiri apakah sudah sesuai dengan perasaannya atau perlu perbaikan-perbaikan.

Agar semakin paham, simak contoh puisi baru berdasarkan isinya yang dikutip dari buku Pedoman Resmi EYD: Ejaan Bahasa Indonesia yg Disempurnakan oleh Risha Nillas dan Hayatun Nufus berikut ini.

Contoh Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Illustrasi Puisi Baru. Foto: Pixabay

1. Balada

Balada adalah sajak sederhana yang mengisahkan cerita rakyat mengharukan, terkadang dinyanyikan, terkadang berupa dialog. Berikut adalah contoh puisi baru balada yang terkenal karya WS Rendra.

Balada Ibu yang dibunuh

Ibu musang di lindung pohon tua meliang

Bayinya dua ditinggal mati lakinya.

Bualan sabit terkait malam memberita datangnya

Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.

Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia

Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.

Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa

Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.

Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba

Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun

Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.

Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya

Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.

Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga

Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara

Lalu satu ketika di pohon tua meliang

Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.

Dan jalannya semua peristiwa

Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.

2. Himne

Hymne merupakan sebuah puisi yang berisi pujian untuk Tuhan, dewa, pahlawan, tanah air, atau almamater (dalam dunia sastra). Berikut adalah contoh puisi baru himne karya Saini S. K.

Batu Keras yang Bisu

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu

Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri

Menggeliat derita pada lekuk dan liku

bawah sayatan khianat dan dusta.

Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu

menitikkan darah dari tangan dan kaki d

ari mahkota duri dan membulan paku

Yang dikarati oleh dosa manusia.

Tanpa luka-luka yang lebar terbuka

dunia kehilangan sumber kasih

Besarlah mereka yang dalam nestapa

mengenal-Mu tersalib di dalam hati.

3. Ode

Ode adalah puisi yang berisi sanjungan atau pujian. Kata-kata yang digunakan bernada anggun, tapi resmi. Berikut adalah contoh puisi baru ode karya Asmara Hadi.

Generasi Sekarang

Di atas puncak gunung fantasi

Berdiri aku, dan dari sana.

Mandang ke bawah, ke tempat berjuang

Generasi sekarang di panjang masa

Menciptakan kemegahan baru

Pantoen keindahan Indonesia

Yang jadi kenang-kenangan

Pada zaman dalam dunia

4. Epigram

Epigram adalah salah satu puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Berikut adalah contoh puisi baru epigram karya Iqbal:

Hari ini tak ada tempat berdiri

Sikap lamban berarti mati

Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan

Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

Illustrasi Puisi Baru. Foto: Pixabay

5. Romansa

Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berikut adalah contoh puisi baru romansa karya W. S. Rendra:

Romansa

Engkau awan yang selalu berikan hitam dan putih jiwaku,

yang memancarkan aura cinta,

yang memanggilku untuk memberimu tulus cinta dari hatiku,

Bintang,

jagalah dirinya dari gelap malam,

saat kau kelipkan cahayamu,

berikanlah dia selalu mimpi indah tetang kita berdua,

Bulan,

teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang diantara kita berdua,

wujudkanlah cinta yang tulus dan sejati antara diriku dan dirinya,

6. Elegi

Hampir sama dengan romansa, elegi juga merupakan puisi yang memuat perasaan penyairnya. Akan tetapi, perasaan yang ditumpahkan di dalamnya bukanlah cinta dan kasih sayang, melainkan kesedihan dengan ratap tangis di dalamnya. Berikut contoh puisi baru elegi adalah karya Chairil Anwar.

Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali.

Kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercayai mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam

Ada juga kelepak elang menyinggung muram

Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan

Tidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri.

Berjalan menyisir semenanjung

Masih pengap harap

Sekali tiba di ujung

Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat

Sedu penghabisan bisa terdekap

7. Satire

Ini adalah puisi yang memuat sindiran atau kritikan di dalamnya. Berikut contoh puisi baru satire karya Gus Mus.

Negeriku

mana ada negeri sesubur negeriku?

sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung

tapi juga pabrik, tempat rekreasi, dan gedung

perabot-perabot orang kaya di dunia

dan burung-burung indah piaraan mereka

berasal dari hutanku

ikan-ikan pilihan yang mereka santap

bermula dari lautku

emas dan perak perhiasan mereka

digali dari tambangku

air bersih yang mereka minum

bersumber dari keringatku

mana ada negeri sekaya negeriku?

majikan-majikan bangsaku

memiliki buruh-buruh mancanegara

brankas-brankas ternama di mana-mana

menyimpan harta-hartaku

negeriku menumbuhkan konglomerat

dan mengikis habis kaum melarat

rata-rata pemimpin negeriku

dan handai taulannya

terkaya di dunia

mana ada negeri semakmur negeriku?

penganggur-penganggur diberi perumahan

gaji dan pensiun setiap bulan

rakyat-rakyat kecil menyumbang

negara tanpa imbalan

rampok-rampok diberi rekomendasi

dengan kop sakti instansi

maling-maling diberi konsesi

tikus dan kucing

dengan asyik berkolusi

(NDA)