Pengertian Tamyiz, Jenis-Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu nahwu, tamyiz adalah kata benda atau isim yang harus dibaca nashab untuk memperjelas makna suatu kata kerja. Pada praktiknya, tamyiz memiliki hubungan yang dekat dengan fa'il (pelaku) dan maf'ul (objek).
Sederhananya, tamyiz merupakan kata benda manshub yang digunakan untuk memperjelas maksud dari kalimat sebelumnya yang bersifat rancu. Contoh:
اشْتَرَيْتُ رِطْلًا عَسَلًا: Aku membeli satu rithl madu
أَحْمَدُ أَكْثَرُ مِنْ زَيْدٍ عِلْمًا: Ahmad lebih banyak daripada Zaid yakni ilmunya
Kata (عَسَلًا) pada kalimat tersebut merupakan penjelas bagi kata (رِطْلًا) yang bersifat samar. Sedangkan kata (عِلْمًا) merupakan tamyiz dari (أَحْمَدُ) dan (زَيْدٍ) yang bersifat umum.
Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang tamyiz lengkap dengan jenis-jenis dan contoh kalimatnya yang bisa Anda simak.
Pengertian Tamyiz
Tamyiz kerap disamakan dengan hal. Padahal, keduanya memiliki definisi dan karakteristik yang berbeda. Mengutip buku Cepat dan Mudah Belajar Bahasa Arab karya Ustadz Rusdianto (2018), hal berkaitan dengan keadaan, sedangkan tamyiz berkaitan dengan benda.
Benda yang dimaksud dalam tamyiz bisa berupa benda konkret ataupun abstrak. Dalam penerapannya, setiap kata benda yang dinyatakan sebagai tamyiz, keadaan huruf terakhirnya harus dibaca nashab.
Huruf tersebut kemudian disesuaikan dengan jenis isim yang bersangkutan. Adapun rumus untuk menyusun kalimat dengan pola tamyiz adalah sebagai berikut:
Perlu diketahui, tamyiz mempunyai tugas dan fungsi sebagai penjelas suatu kalimat. Dijelaskan dalam buku Terjemah Matan Ajurumiyah karya A Fatih Syuhud, jenis isim yang digunakan dalam tamyiz harus berupa isim nakiroh.
Pembagian Tamyiz dan Contoh Kalimatnya
Ahli bahasa menggolongkan tamyiz menjadi dua jenis yakni tamyiz dzat dan nisbat. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Tamyiz Dzat
Tamyiz dzat digunakan pada lafazh-lafazh yang menunjukkan bilangan, ukuran jarak, takaran, dan berat.
Adad atau bilangan (11-99). Ini berlaku bagi bilangan antara 11-99. Contohnya: اشْتَرَيْتُ سِتَّةَ عَشَرَ كِتَابًا, فِي الْمَدْرَسَةِ ثَلَاثُوْنَ قَاعَةً.
Ukuran jarak, contohnya: اشْتَرَيْتُ ذِرَاعًا صُوْفًا, عِنْدِيْ هِكْتَارٌ أَرْضًا.
Ukuran takaran, contohnya: اشْتَرَيْتُ صَاعًا قَمْحًا, عِنْدِيْ لِيْتِرٌ حَلِيْبًا.
Ukuran berat, contohnya: عِنْدِيْ رِطْلٌ تُفَّاحًا, اشْتَرَيْتُ كِيْلُوْ جِرَامًا لَحْمًا.
2. Tamyiz Nisbat
Ini adalah tamyiz untuk menghilangkan kesamaran makna umum dari penisbatan dua lafazh di dalam tarkib jumlah. Tamyiz nisbat merupakan peralihan dari mubtada’, fa’il, atau maf’ul.
Maksudnya, tamyiz tersebut bisa diidgafahkan dengan mumayyaz-nya dan berkedudukan sebagai mubtada’, fa’il, atau maf’ul. Berikut penjelasan lengkapnya:
a. Tamyiz peralihan dari mubtada’
الْمُدَرِّسُ أَكْثَرُ مِنَ الطَّالِبِ عِلْمًا
Asalnya:
عِلْمُ الْمُدَرِّسِ أَكْثَرُ مِنَ عِلْمِ الطَّالِبِ
b. Tamyiz peralihan dari fa’il
حَسُنَ الشَّابُّ خُلُقًا
Asalnya:
حَسُنَ خُلُقُ الشَّابِّ
c. Tamyiz peralihan dari maf’ul
غَرَسَ أَحْمَدُ الْأَرْضَ شَجَرًا
Asalnya:
غَرَسَ أَحْمَدُ شَجَرَ الْأَرْضِ
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan tamyiz?

Apa yang dimaksud dengan tamyiz?
Tamyiz adalah kata benda manshub yang dicantumkan untuk memperjelas makna atau maksud dari fi'il.
Apa fungsi tamyiz dalam ilmu nahwu?

Apa fungsi tamyiz dalam ilmu nahwu?
Tamyiz merupakan merupakan kata benda manshub yang digunakan untuk memperjelas maksud dari kalimat sebelumnya yang bersifat rancu.
Apa perbedaan tamyiz dengan hal?

Apa perbedaan tamyiz dengan hal?
Hal berkaitan dengan keadaan, sedangkan tamyiz berkaitan dengan benda.
