Pengertian Tembang Kinanthi beserta Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang adalah literatur puisi yang merupakan budaya khas Jawa yang masih dikaryakan sampai sekarang.Terdapat beberapa jenis tembang dengan fungsi yang berbeda-beda, salah satunya adalah tembang kinanthi.
Dalam buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang oleh Bram Palgunadi dijelaskan, kinanthi berasal dari kata kanthi yang memiliki arti membutuhkan tuntunan. Tembang kinanthi menceritakan kehidupan seorang anak yang membutuhkan bimbingan menuju jalan yang benar.
Bimbingan tersebut bisa berupa ajaran agama, adat istiadat, serta arahan dari guru dan orang tua. Selain untuk memberikan nasihat, tembang kinanthi juga digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta dan kasih sayang.
Tembang kinanthi ditujukan kepada remaja yang akan beranjak dewasa. Jadi, tembang kinanthi bisa dibilang pembekalan untuk anak-anak muda sebelum dibebani tanggung jawab yang lebih besar.
Metode ini sangat efektif untuk membentuk jati diri anak muda untuk meniti jalan menuju cita-cita. Dengan menanam nilai-nilai baik melalui seni, diharapkan seorang anak dapat meraih kebahagiaan dan keselamatan dalam hidupnya.
Contoh Tembang Kinanthi
Mengutip buku Filsafat Ku oleh Wafa Aldawamy, contoh karya tembang kinanthi yang berisi nasihat adalah sebagai berikut.
Contoh 1
mangka kanthining tumuwuh,
salami mung awas eling,
eling lukitaning alam,
dadi wiryaning dumadi,
supadi nir ing sangsaya,
yeku pangreksaning urip
Artinya: untuk bekal orang hidup,
selamanya harus waspada dan ingat,
harus selalu berhati-hati,
ingat kepada petunjuk kehidupan,
supaya terhindar dari kesengsaraan,
begitulah cara menjalani kehidupan
Contoh 2
Angulah lantiping ati,
rina wengi den aneda, pandak-panduking pambudi,
bengkas kahadaning driya,
supaya dadya utami
Artinya: Oleh karena itu rajinlah anakku,
berlatih menajamkan perasaan,
siang malam berusahalah selalu
meredam nafsu pribadi,
agar menjadi utama/mulia.
Contoh 3
Ayawa sembrana in kalbu,
wawasen wuwus sireki,
ing kono yekti karasa
dudu ucape pribadi,
marma den sembadeng sedya,
wewesen praptaning uwis
Artinya: Jangan lengah dalam hati,
perhatikan kata-katamu,
di situ tentu terasa,
bukan ucapanmu sendiri,
oleh karena itu bertanggungjawablah,
perhatikan semuanya sampai tuntas.
Contoh 4
Sirnakna semanging kalbu,
den waspada ing pangeksi,
yeku dalaning dalaning kasidan,
sinuda saka sathithik,
pamotahing nafsu hawa,
linantih mamrih titih
Artinya: Hilangkan keragu-raguan hati,
waspadalah terhadap pandanganmu,
itulah jalan yang baik,
kurangilah dari sedikit,
permintaan hawa nafsu,
latihlah agar sempurna.
Contoh 5
Aywa mematuh nalutlah,
tanpa tuwas tanpa kasil,
kasalibuk ing srabeda,
marma dipunngati-ati,
urip keh rencanaira,
sambakela den kaliling.
Artinya: Jangan membiasakan diri berbuat aib,
tidak ada gunanya tidak ada hasilnya,
terjerat oleh rintangan/gangguan,
oleh karena itu berhati-hatilah
hidup banyak rintangannya,
godaan harus dihindari.
(ADB)
