Pengertian Villain dalam Dunia Film dan Perbedaannya dengan Karakter Lain

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Villain adalah karakter antagonis utama dalam cerita fiksi seperti film ataupun serial. Karakternya digambarkan sebagai sosok jahat yang memiliki keinginan untuk menguasai dunia dengan cara menghancurkannya
Sosok hero dikenal sebagai pahlawan, baik hati, pintar, dan berani mencari keadilan. Sementara villain identik dengan sifat egois, sombong, kejam, dan kerap menampilkan perilaku tidak bermoral.
Meski begitu, villain adalah karakter penting dalam sebuah cerita. Tanpa kehadirannya, cerita yang disajikan mungkin akan lebih membosankan dan kurang menarik. Villain juga yang menjadi motivasi utama sang hero dalam menjalankan misinya untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Meski perannya jahat dan kejam, penonton cenderung lebih menyukai villain yang hebat dengan kekuatan tak terkalahkan. Sebab, alur cerita film tersebut akan berjalan lebih seru, kompleks, dan sulit ditebak.
Menurut laman Masterclass, villain biasanya memiliki suatu keterikatan dengan hero atau protagonis utama. Misalnya, dalam film Harry Potter, Lord Voldemort membunuh orangtua Harry saat dirinya masih kecil. Kejahatan itu membekas di ingatan Harry dan membuatnya dendam dengan sosok Voldemort di sepanjang cerita.
Selain itu, villain juga sering digambarkan sebagai sosok yang memiliki masa lalu buruk. Bahkan tak jarang karakter villain memulai hidup mereka sebagai orang baik. Namun, trauma masa lalu mengubahnya menjadi penjahat.
Jenis Karakter Lain dalam Film
Selain villain dan hero, ada tipe-tipe karakter lain dalam film yang membawa ceritanya menjadi lebih hidup. Berikut penjelasannya:
1. Anti-hero
Dikutip dari Merriam Webster, anti-hero adalah tokoh protagonis yang tidak memiliki jiwa heroik. Karakter seperti ini lebih sering muncul dalam cerita-cerita pahlawan seperti dalam film-film MCU (Marvel Cinematic Universe).
Di saat tokoh protagonis rela berkorban demi menghalangi niat buruk villain, anti-hero mungkin tidak akan melakukan hal yang sama. Kalaupun mereka melakukannya, alasannya bukanlah karena dorongan kemanusiaan, melainkan lebih kepada kepentingan pribadi.
Karakter anti-hero umumnya mempunyai sifat-sifat yang bertentangan dengan norma hukum dan sosial. Namun, berbeda dengan villain, anti-hero tetap bisa mendapat simpati karena sisi baiknya yang berhasil menyentuh hati penonton.
Loki, Batman, Joker, Jack Sparrow, dan Uchiha Sasuke merupakan beberapa contoh anti-hero yang disukai penonton.
2. Anti-villain
Kebalikan dari anti-hero, anti-villain memiliki jiwa heroik serta tujuan dan motivasi yang baik. Namun, tujuan tersebut dicapai dengan cara atau perbuatan yang terbilang jahat. Itulah mengapa anti-villain terkadang menjadi musuh utama dari protagonis.
Banyak anti-villain yang menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu jahat dan merugikan. Namun, mereka kerap berdalih bahwa itulah cara yang paling tepat untuk menyelamatkan dunia.
Contoh karakter anti-villain antara lain Pain dalam anime Naruto yang ingin mewujudkan perdamaian dunia melalui peperangan dan Thanos di film Avengers yang ingin mengembalikan keseimbangan dunia meski harus melenyapkan setengah populasi manusia.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan villain?

Apa yang dimaksud dengan villain?
Villain adalah karakter antagonis utama dalam cerita fiksi seperti film ataupun serial.
Apa perbedaan anti hero dengan villain?

Apa perbedaan anti hero dengan villain?
Anti-hero adalah tokoh protagonis yang tidak memiliki jiwa heroik.
Siapa saja anti villain?

Siapa saja anti villain?
Contoh karakter anti-villain antara lain Pain dalam anime Naruto yang ingin mewujudkan perdamaian dunia melalui peperangan.
