Pengertian Vulkanisme Lengkap dengan Gejala dan Istilah-istilahnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permukaan bumi yang tampak saat ini terbentuk karena adanya proses perubahan dan perombakan bumi. Proses ini melibatkan tenaga geologi yang terdiri atas tenaga endogen (dari dalam bumi) dan tenaga eksogen (dari luar bumi).
Tenaga endogen bisa disebut juga sebagai tenaga tektonik. Tenaga ini terdiri dari dua jenis, yaitu diatropisme dan vulkanisme.
Vulkanisme adalah gejala alam yang berhubungan dengan kegiatan gunung api. Gejala ini terjadi karena adanya aktivitas magma yang keluar sampai menyentuh permukaan bumi.
Apa saja gejala vulkanisme dan istilah apa saja yang berhubungan dengannya?
Istilah dalam Vulkanisme
Mengutip dari buku IPS Terpadu karya Mamat Ruhimat, terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan vulkanisme, yakni sebagai berikut:
Vulkanologi adalah cabang ilmu kebumian yang membahas gunungapi secara khusus.
Magma adalah bahan silikat yang terdiri atas benda padat, cair, dan gas yang terdapat di dalam lapisan litosfer bumi. Dalam keadaan nomal, temperatur magma berkisar 900° C - 1.200° C. Magma umumnya mengeluarkan materi berbahan dasar batuan dan logam ke permukaan bumi.
Erupsi adalah proses keluarnya magma dari dalam lapisan litosfer sampai ke permukaan bumi. Erupsi bisa berbentuk lelehan (efusif) yang keluar melalui retakan pada lapisan-lapisan batuan. Bisa juga berbentuk ledakan semburan (eksplosif) yang keluar melalui lubang gunungapi.
Intrusi magma adalah proses penerobosan magma melalui retakan lapisan batuan yang tidak sampai ke permukaan bumi.
Lava adalah magma yang keluar sampai ke permukaan bumi.
Lahar adalah lava yang mencair dan telah bercampur dengan bahan-bahan di permukaan bumi seperti batuan, pasir, tanah, dan udara.
Eflata adalah bahan-bahan lepas yang dimuntahkan gunungapi saat terjadi erupsi eksplosif.
Kawah adalah lubang pada gunungapi yang menjadi tempat keluarnya magma.
Gejala Vulkanisme
Gejala vulkanisme terdiri atas dua jenis, yaitu gejala pravulkanik dan gejala pascavulkanik. Gejala pravulkanik terjadi sebelum gunung api meletus.
Gejala ini biasanya ditandai dengan suhu udara di sekitar gunung yang relatif rendah tiba-tiba naik. Banyak tumbuhan yang kering dan binatang turun gunung, terjadi peningkatan bau belerang yang menyengat, dan sering terjadi gempa-gempa kecil.
Sedangkan gejala pascavulkanik terjadi pada gunung api ketika tidak menampakkan aktivitasnya. Gejala ini biasa disebut dengan fase istirahat.
Gejala pascavulkanik biasanya ditandai dengan ditemukannya mata air panas yang biasa dijadikan obat kulit, ditemukan gas gunungapi yang keluar berupa uap air, gas belerang (solfatar), gas karbondioksida (mofet), dan semburan air panas (geyser) yang keluar dari rekahan batuan.
(MSD)
