Konten dari Pengguna

Pengertian Walid dan Macam-Macam Panggilan Bapak dalam Bahasa Arab

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Walid artinya, foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Walid artinya, foto: Pixabay

Dalam bahasa Arab, walid artinya bapak begitupun dengan kata 'abu'. Abu dan walid jika diartikan secara bahasa memiliki arti yang sama. Akan tetapi, pada penggunaan katanya walid dan abu memiliki makna yang berbeda.

Bahasa Arab memiliki aturan yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Dalam menggunakan bahasa Arab, Anda perlu memerhatikan kedudukan dan hubungan antara subjek dan objek dalam sebuah kalimat .

Misalnya panggilan untuk 'bapak', penyebutan bapak dalam bahasa Arab akan berbeda-beda dilihat dari kedudukan dan hubungannya dengan objek. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Wahai Kekasihku Bahasa Arab dan Panggilan Sayang Lainnya

Walid artinya, foto: Pixabay

Mengutip buku Pro dan Kontra Maulid Nabi karya Am Waskito, walid artinya bapak atau seorang lelaki yang tidak memiliki hubungan darah dengan seorang anak tapi telah mendidik atau membesarkan mereka seperti ayah tiri atau ayah angkat.

Sedangkan Abu dalam bahasa arab memiliki pengertian sebagai bapak yang memiliki hubungan nasab. Menurut buku Hukum Kewarisan Islam karya Amir Syarifuddin abu memiliki pengertian sebagai 'bapak' yang ditujukan kepada seorang lelaki yang memiliki hubungan nasab dengan seorang anak.

Penggunaan kata abu juga dapat dipakai pada garis keturunan ke atasnya selama masih memiliki hubungan darah, seperti kepada kakek atau kakek buyut.

Panggilan Bapak dalam Bahasa Arab Selain Walid

Selain walid dan abu, mengutip dari laman Kaleela berikut sebutan bapak dalam bahasa Arab beserta kegunaannya:

1. Aba'

Aba' merupakan sebutan yang diberikan kepada orang tua laki-laki dalam bahasa Arab. Penyebutan aba diberikan tanpa memiliki hubungan nasab apapun.

2. Buya

Buya merupakan panggilan bapak yang dapat diberikan kepada seorang lelaki yang memiliki hubungan nasab atau tidak. Penggunaan kata buya juga memiliki arti sebagai bapak yang sangat disayangi.

3. Abati

Abati merupakan panggilan bapak yang ditujukan kepada seorang lelaki yang memiliki hubungan darah. Abati juga memiliki makna sebagai bapak yang sangat disayangi dan dihormati.

4. Hamw (حَمْو)

Hamw merupakan sebutan untuk bapak yang ditujukan kepada bapak mertua dari pihak suami. Pasangan dari hamw adalah Hamah (حماة)

5. Nassib (نسيب)

Nassib adalah sebutan untuk bapak mertua dari pihak istri. Pasangan dari nassib adalah nassibah (نسيبة)

Peran dan Tanggung Jawab Ayah dalam Islam

Ilustrasi peran dan tanggung jawab ayah dalam Islam. Foto: Unsplash.

Dalam Islam, sosok ayah berfungsi sebagai pemimpin, pelindung, pendidik moral, dan pembimbing spiritual bagi seluruh anggota keluarganya. Bersumber dari buku Tanggung Jawab Ayah terhadap Anak Laki-laki (1996) oleh Adnan Hasan Shalih dan artikel berjudul Peran Ayah Sebagai Role Model Dalam Keluarga Menurut Perspektif Alquran: Pendidikan Keluarga Nabi Ibrahim AS oleh Riza Faisal Husaini dari jurnal Hibrul Ulama: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keislaman, berikut beberapa peran dan tanggung jawab ayah dalam Islam yang mesti dipahami:

1. Mendampingi Istri sejak Masa Kehamilan

Tanggung jawab ayah sudah dimulai ketika istri mengandung. Pada masa ini, ayah diharapkan hadir sepenuhnya, memberikan perhatian dan kasih sayang, serta menjauhkan istri dari tekanan emosional.

Ini karena emosi ibu selama kehamilan cenderung tidak stabil dan dapat berpengaruh langsung terhadap perkembangan janin. Ayah juga bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi yang baik untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.

2. Memenuhi Hak-Hak Anak sejak Lahir

Begitu anak lahir, ayah memiliki serangkaian tanggung jawab yang mesti dilakukan. Ayah disunnahkan mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi dan iqamat di telinga kiri agar kalimat tauhid menjadi hal pertama yang didengar. Setelah itu, ayah melaksanakan tahnik, yaitu menyuapkan kurma yang telah dikunyah ke mulut bayi untuk mengikuti sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Selanjutnya pada hari ketujuh, ayah bertanggung jawab atas tiga hal, yaitu memberikan nama yang baik dan bermakna, melaksanakan aqiqah (dua ekor kambing untuk anak laki-laki), serta mencukur rambut bayi lalu menyedekahkan emas atau perak seberat rambut tersebut.

Terkait pemberian nama anak, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberikan nama yang baik. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memiliki anak, maka baguskanlah nama dan pendidikannya."

3. Mendidik Anak dalam Nilai-Nilai Islam

Salah satu tanggung jawab terbesar ayah adalah mendidik anak dalam urusan agama. Ayah wajib mengajarkan perintah dan larangan Allah SWT, memperkenalkan halal dan haram, serta menanamkan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan. Pendidikan ini harus dimulai sejak anak mulai mampu membedakan mana yang benar dan salah.

4. Berdoa untuk Kebaikan Anak

Dalam Islam, ayah juga bertanggung jawab berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kebaikan anaknya. Hal ini mencontoh teladan para nabi, seperti Nabi Ibrahim AS yang senantiasa memohon kepada Allah SWT agar keturunannya menjadi orang-orang yang mendirikan salat dan hidup dalam ketaatan.

(PHR)

Frequently Asked Question Section

Apa arti kata Abu?
chevron-down

Dalam bahasa Arab Abu artinya bapak.

Bagaimana penggunaan kata Abu?
chevron-down

Abu ditujukan kepada seorang lelaki yang memiliki hubungan nasab dengan seorang anak.

Apa panggilan untuk bapak mertua dari pihak suami?
chevron-down

Hamw.