Konten dari Pengguna

Pengertian Waqaf Tam, Cara Membaca, Jenis, dan Tanda Waqaf Lainnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanda-tanda waqaf yang terdapat dalam Alquran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanda-tanda waqaf yang terdapat dalam Alquran. Foto: Pixabay

Waqaf tam adalah waqaf yang ada pada akhir suku kata yang sudah sempurna dalam Alquran, baik menurut tata bahasa maupun arti, dan tidak ada kaitan (ta’alluq) dengan ayat sebelum atau sesudahnya. Dengan kata lain, si pembaca harus berhenti di ayat atau kata yang sempurna secara makna dan lafal.

Pada jenis waqaf ini lebih bagus untuk berhenti dan memulai bacaan lagi tanpa perlu mengulang dari sebelumnya. Salah satu contoh waqaf tam yaitu terdapat dalam surat Al-Baqarah pada ayat 5-6:

...وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا…

Apabila si pembaca mewaqafkan/berhenti di akhir ayat 5, kemudian memulai bacaan (ibtida’) dari awal ayat 6, itu termasuk tam. Karena, kedua ayat tersebut tidak saling berkaitan secara lafal dan makna, sebab ayat 5 berisi tentang orang yang bertakwa dan ayat 6 berkisah tentang orang kafir. Maka dari kedua ayat tersebut secara gramatikal tidak ada hubungannya.

Di samping itu, jenis waqaf ini dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan tanda dan cara membacanya. Seperti yang telah dijelaskan oleh Muhammad Amri Amir dalam bukunya Ilmu Tajwid Praktis, jenis waqaf tam terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Waqaf tam lazim, yaitu wajib berhenti pada waqaf ini dan wajib memulai bacaan pada lafadz setelahnya. Sebab, jika dilanjutkan dengan lafadz setelahnya akan merusak makna. Adapun tanda waqaf tam lazim di mushaf Alquran yaitu mim ( مـ ) artinya wajib berhenti.

  • Waqaf tam muthlaq, yaitu waqaf yang dianjurkan untuk berhenti dan dianjurkan untuk memulai dengan kalimat setelahnya. Namun hukum bacaan ini waqaf (berhenti) lebih utama dari washal (melanjutkan). Adapun tanda waqaf tam muthlaq ini yaitu قلى artinya waqaf lebih utama dari washal.

Selain waqaf tam, terdapat beberapa waqaf lainnya beserta tanda-tandanya yang perlu diketahui oleh umat Muslim saat membaca Alquran agar mengerti arti dan makna dari ayat-ayat yang sedang dibacanya. Untuk mengetahuinya, simak ulasan di bawah ini.

Ilustrasi Alquran. Foto: Pixabay

Macam-Macam Waqaf

Mengutip buku Sehari Mahir Tajwid + Juz’Amma Warna yang ditulis Ustadz Rusdianto, S.Pd.I, apabila ditinjau dari segi sebabnya, maka secara umum waqaf terbagi menjadi empat. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Waqaf Ikhtibariy

Waqaf ikhtibariy adalah waqaf yang digunakan untuk melatih atau untuk menguji oleh seorang guru kepada muridnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan murid bagaimana mewaqafkan bacaan jika suatu saat diharuskan untuk berhenti secara mendadak.

2. Waqaf Intizhariy

Waqaf intizhariy digunakan saat membaca dengan mengumpulkan bacaan dari beberapa macam bacaan yang mutawatir. Hal ini berlaku untuk pembacaan ayat pada wajah-wajah qira’ah sab’ah.

3. Waqaf Idhthirari

Waqaf idhthirari adalah waqaf yang dilakukan karena terpaksa. Misalnya, ketika membaca Alquran nafasnya tidak kuat, lupa tidak meneruskan bacaan, bersin, dan alasan-alasan lainnya.

Dalam keadaan seperti ini, boleh berhenti di lafal mana pun, lalu memulai bacaannya lagi. Adapun cara mengulangnya hendaknya dimulai dari kata tempat berhenti atau kata sebelumnya, sehingga tidak merusak arti yang dimaksud pada ayat tersebut.

4. Waqaf Ikhtiyari

Waqaf ikhtiyari adalah waqaf yang dilakukan pada kata yang sengaja dipilih dan direncanakan, serta bukan karena sebab-sebab lain. Hal ini biasanya sangat mudah dilakukan oleh pembaca Alquran yang sudah menguasai kaidah-kaidah dalam bahasa Arab. Berikut adalah macam-macam waqaf ikhtiyari:

  • Wakaf kafi, yaitu waqaf di ayat yang sudah sempurna artinya, namun ayat selanjutnya masih memiliki keterkaitan lafal. Oleh karena itu, si pembaca sangat dianjurkan untuk langsung memulai pada ayat selanjutnya.

  • Wakaf hasan, yaitu waqaf di ayat yang telah sempurna artinya, namun masih terdapat hubungan secara arti dan lafal dengan kalimat selanjutnya. Maka sangat dianjurkan memulai bacaan dari kata sebelumnya, kecuali di akhir ayat. Jika berhenti di akhir ayat, mulai lagi pada ayat selanjutnya atau mengulanginya lagi.

  • Waqaf qabih, yaitu waqaf pada ayat yang belum sempurna maksudnya, karena adanya keterkaitan dengan kata berikutnya, baik secara lafal maupun arti. Sehingga, secara arti menimbulkan kesan yang tidak bagus atau merusak.

Tanda-Tanda Waqaf

Tanda-tanda waqaf yang terdapat dalam Alquran dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh qari’ dalam membaca sebuah ayat, baik itu untuk berhenti atau meneruskan bacaan.

Zaki Zami menjelaskan dalam bukunya Belajar Tajwid untuk Pemula, pada dasarnya pemberian tanda waqaf ini bertujuan untuk memudahkan para pembaca mewaqafkan bacaan agar mengerti akan arti atau makna dari ayat Alquran.

Ilustrasi tanda-tanda waqaf yang terdapat dalam Alquran. Foto: Pixabay

Tanda-tanda waqaf yang dimaksud, antara lain yaitu:

1. Huruf Shad-Lam ﺻﻠﮯ

Tanda shad dan lam merupakaan kebalikan dari tanda qaf-lam yang terdapat dalam waqaf tam. Arti dari shad-lam sendiri adalah al-washlu aula atau lebih baik untuk meneruskan bacaan daripada mewaqafkannya.

2. Huruf Jim ﺝ

Huruf jim adalah jaa-iz, yang berarti qari atau pembaca mempunyai kebebasan untuk mewaqafkan atau melanjutkan bacaan. Kedua pilihan tersebut diperbolehkan dan mempunyai kedudukan yang sama.

3. Huruf Lam-Alif

Maksud dari tanda lam-alif adalah laa waqfa fiihi, yang berarti tidak ada waqaf pada tanda tersebut. Jadi, jika pembaca menemui tanda tersebut, dilarang untuk mewaqafkan bacaan.

4. Dua Tanda Titik Tiga ... ...

Tanda ini disebut dengan waqaf mu’aanaqah atau waqaf muraaqabah. Maksud dari kedua tanda tersebut, yang masing-masing terdiri dari tiga titik adalah tanda yang memberi arahan kepada pembaca agar berhenti di salah satu dari dua tanda tersebut.

5. Huruf Tha ﻁ

Huruf tha’ merupakan perlambangan dari muthlaq di mana seorang pembaca boleh untuk meneruskan (washal) bacaan ketika menemui tanda tersebut. Akan tetapi lebih baik baginya untuk berhenti (waqaf).

6. Huruf Za ز

Maksud dari huruf za adalah majuuz, yang berarti diperbolehkan seorang pembaca atau qari’ untuk berhenti (waqaf) pada tanda tersebut. Namun lebih baik untuk dilanjutkan (washal)

7. Huruf Qaf ﻕ

Tanda qaf memiliki singkatan qeela alayhil waqf yang artinya telah dinyatakan boleh berhenti di waqaf yang sebelumnya. Sehingga, akan lebih baik apabila bacaannya diteruskan meskipun boleh diwaqafkan.

8. Huruf Sin س

Tanda huruf sin ini bermakna berhenti sejenak, kira-kira dua ketukan tanpa menarik nafas dan setelah itu dilanjutkan bacaan pada ayat yang sedang dibacanya.

9. Huruf Shad ﺹ

Tanda shad mempunyai arti bahwa seorang qari’ atau pembaca Alquran diperbolehkan untuk berhenti pada tanda tersebut. Namun, lebih baik baginya untuk melanjutkan bacaannya.

(IMR)