Penggunaan Kata Di yang Benar Sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap menulis suatu kalimat harus selalu mengacu pada kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tujuannya agar kalimat yang ingin disampaikan lebih efektif dan dapat mudah dipahami. Namun, masih banyak yang salah kaprah dalam penulisan kata tertentu, salah satunya dalam penggunaan kata di.
Sebagian orang masih belum bisa menggunakan atau menempatkan kata di dengan tepat. Pasalnya, ada penggunaan kata di yang dipisah dan ada pula yang digabung dengan kata berikutnya.
Sayangnya, banyak yang menganggap sepele hal ini, bahkan mengabaikannya. Padahal, jika salah digunakan bisa mengubah arti dari kalimat. Nah, agar tidak salah lagi ,simak penggunaan kata di yang benar dalam ulasan berikut.
Penggunaan Kata Di yang Benar
Mengutip Kitab PUEBI: Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia oleh Eko Sugiarto (2017), ada dua macam penggunaan kata di, yaitu sebagai kata depan dan sebagai awalan.
1. Kata di sebagai kata depan
Penulisan di sebagai kata depan harus terpisah dari kata yang mengikutinya. Biasanya, di sebagai kata depan digunakan di depan kata benda yang menyatakan tempat, nama, waktu, dan lokasi.
Umumnya di ditulis sebagai kata depan jika dapat diganti dengan kata dari. Misalnya, "di sini" menjadi "dari sini". Selain itu, penggunaan kata di sebagai kata depan tidak dapat diubah menjadi kata kerja aktif dengan menambahkan imbuhan me-. Contohnya, kata "di sana" tidak bisa diubah menjadi "me sana".
Contoh:
Ibu telah pulang dari rumah nenek di Bandung.
Acara perpisahan akan diadakan di Bumi Perkemahan Cianjur
Di mana Nabila menginap selama Lebaran?
Penyanyi itu membatalkan konsernya di Jakarta.
Tiara rutin olahraga bersama sahabatnya di pagi hari.
2. Kata di sebagai awalan
Sebaliknya, kata di sebagai awalan harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Penggunaannya diikuti oleh kata kerja pasif sehingga dapat diubah menjadi kata kerja aktif dengan menambahkan imbuhan me-. Misalnya, kata "ditutup" dapat diubah menjadi "menutup".
Contoh:
Pidato Hari Kemerdekaan Indonesia dibaca oleh Presiden Joko Widodo.
Setiap pulang sekolah Rani dijemput oleh ayahnya.
Diana sering dipuji karena selalu juara satu di kelasnya.
Dilarang membuang sampah di wilayah ini.
Jenazah akan dimakamkan segera.
(ADS)
