Peninggalan Kerajaan Budha di Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada abad ke-7 Masehi, kerajaan Buddha berdiri di Indonesia untuk pertama kalinya. Keberadaannya pun turut mempengaruhi berbagai bidang di Tanah Air, baik ekonomi, sosial, budaya, maupun agama.
Selain membawa pengaruh, Kerajaan Budha juga meninggalkan sejumlah harta bersejarah seperti candi hingga prasasti. Peninggalan tersebut kini tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.
Nah, berikut peninggalan Kerajaan Budha di Indonesia.
Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan peninggalan kerjaan Buddha yang paling populer di Indonesia. Selain itu, candi ini juga menjadi candi Budha yang terbesar di dunia.
Candi Borobudur sejatinya didirikan pada Wangsa Syailendra, tepatnya oleh Raja Samaratungga. Kemudian, candi ini diselesaikan oleh putrinya, Ratu Pramudawardhani.
Candi Mendut
Candi Mendut terletak di Magelang, Jawa Timur. Candi ini berjarak tiga kilometer dari Candi Borobudur. Candi Mendut dibangun pada masa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Namun, peninggalan ini ditemukan pada 1908 oleh J.G. de Carparis, seorang arkeolog asal Belanda.
Candi Muara Takus
Candi Muara Takus yang berlokasi di Riau merupakan candi tertua di Sumatra. Candi ini terbuat dari batu pasir, batu sungai, batu bata, dan tanah liat yang diambil dari Desa Pongkai. Candi ini dikenal dengan bangunan berupa stupa besar berbentuk menara.
Prasasti Tukmas
Prasasti Tukmas merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Kalingga. Prasasti ini ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah.
Prasasti Tukmas dibuat dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isinya mengisahkan tentang mata air jernih yang disamakan dengan sungai Gangga di India.
Prasasti Canggal
Prasati Canggal ditemukan di halaman Candi Guning Wukir di desa Canggal. Prasasti ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno. Peninggalan bersejarah ini memuat kisah tentang Lingga atau lambang Syiwa di desa Kunjarakunja yang didirikan oleh Raja Sanjaya.
Prasasti Kudadu
Prasasti Kudadu menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit. Prasasti ini memuat kisah tentang pengalaman Raden Wijaya yang ditolong oleh Rama Kudadu dari Kerajaan Yayakatwang. Setelah Raden Wijaya menjadi raja, ia memberikan tanah sima kepada penduduk dan Kepala Desa Kudadu sebagai bentuk hadiah.
(GTT)
