Konten dari Pengguna

Penjelasan Apa itu Siklon Tropis Senyar yang Sebabkan Banjir-Longsor di Sumatra

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jembatan Gunung Nago putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/11/2025). Foto: Dok. BPBD
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Gunung Nago putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/11/2025). Foto: Dok. BPBD

Bencana banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat baru-baru ini. Penyebabnya adalah Siklon Tropis Senyar yang terbentuk wilayah perairan Selat Malaka.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Senyar sebenarnya anomali di Selat Malaka. Tapi dalam lima tahun terakhir, memang banyak Siklon Tropis yang bergerak mendekati wilayah Indonesia.

“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dampak cuaca yang dapat muncul selama sistem ini bergerak di sekitar wilayah tersebut.” kata Andri dikutip dari laman resmi BMKG.

Sebenarnya, apa itu Siklon Tropis Senyar? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu Siklon Tropis Senyar?

Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Foto: Ampelsa/ANTARA FOTO

Merujuk Britannica, Siklon Tropis adalah sistem badai bertekanan rendah yang berputar kencang. Asalnya dari lautan tropis yang hangat, seperti Samudra Hindia, dan membawa angin kencang serta hujan lebat.

Sistem Siklon Tropis yang terus menguat dan mencapai ambang batas resmi untuk siklon diberi nama Siklon Tropis Senyar. Dikutip dari Times of India, nama Senyar yang artinya ‘singa’ diusulkan oleh Uni Emirat Arab sebagai bagian dari sistem penamaan siklon regional Samudra Hindia Utara.

Dalam laman resmi BMKG dijelaskan bahwa secara teori, Indonesia sebenarnya bukan wilayah yang sering dilintasi Siklon Tropis. Sebab, letaknya berada dekat garis ekuator.

Itulah mengapa keberadaan Siklon Tropis, terutama Siklon Tropis Senyar, disebut sebagai anomali. BMKG mengatakan bahwa Siklon Tropis Senyar yang muncul di Selat Malaka pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB berawal dari Bibit Siklon 95B.

Siklon tersebut bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam. Dampaknya, terjadi peningkatan intensitas curah hujan di wilayah yang dilalui siklon, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Berikut ini beberapa kota/kabupaten yang mengalami hujan dengan intensitas ekstrem pada periode 25-27 November:

  • Aceh Utara, Aceh - 310.8 mm/hari

  • Medan, Sumatera Utara - 262.2 mm/hari

  • Tapanuli Tengah, Sumatra Utara - 229.7 mm/hari

  • Padang Pariaman, Sumatra Barat - 154 mm/hari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka. Foto: Dok. BMKG

Gelombang Rossby Ekuator yang terpantau aktif di wilayah sama dengan Siklon Tropis juga berkontribusi meningkatkan intensitas curah hujan. Selain itu, Siklon Tropis KOTO yang saat ini terbentuk di Laut Filipina turut memberikan dampak tidak langsung.

Siklon Tropis KOTO menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta gelombang setinggi 1,25-4 meter di perairan sebelah utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu kedepannya. Sebagai bentuk kewaspadaan bersama, masyarakat disarankan untuk melakukan hal ini:

  • Menjauhi wilayah terbuka, pohon, bangunan, dan infrastruktur rapuh ketika terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh.

  • Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

  • Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan.

Baca Juga: Banjir-Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: Penyebab dan Perkembangan Terkini

(DEL)