Penjelasan Ending Para Perasuk, Film Terbaru Karya Wregas Bhanuteja

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja sudah bisa disaksikan di layanan streaming Netflix sejak Kamis (27/8). Film produksi Rekata Studio ini dibintangi sejumlah aktor ternama, seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Chicco Kurniawan, serta Bryan Domani.
Cerita film Para Perasuk sendiri berpusat pada sebuah desa yang masyarakatnya menganggap kerasukan roh sebagai suatu kepuasan dan kesenangan bersama. Bayu, yang bercita-cita menjadi seorang perasuk, berada di tengah konflik yang mengancam keutuhan warga di desanya.
Meski jalan ceritanya cukup jelas, sebagian penonton mungkin masih memiliki pertanyaan mengenai akhir kisah para tokoh. Lalu, bagaimana penjelasan ending Para Perasuk? Simak ulasannya berikut ini.
Penjelasan Ending Para Perasuk
Meski mengangkat tema kerasukan, Para Perasuk tidak sepenuhnya berfokus pada unsur horor. Film ini mengusung genre drama supernatural dengan mengangkat isu sosial, lingkungan, hingga keluarga.
Dalam unggahan di akun Instagram resmi @filmparaperasuk, disebutkan bahwa kisahnya mengikuti kehidupan warga Desa Latas yang memiliki tradisi turun-temurun bernama Pesta Sambetan. Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan sekaligus hiburan bagi warga, di mana masyarakat berkumpul untuk mendengarkan musik hingga perlahan kerasukan roh binatang.
Orang yang kerasukan disebut pelamun, sedangkan perasuk bertugas membantu membawa mereka memasuki alam Sambetan yang diciptakan oleh Guru Asri (Anggun). Konflik mulai muncul ketika mata air keramat yang menjadi tempat para perasuk mencari roh terancam dikuasai Wanaria, sehingga Bayu (Angga Yunanda) bertekad menjadi perasuk utama untuk memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana guna menebus kembali mata air tersebut.
Dari sinilah perjalanan Bayu dan warga Latas dalam mempertahankan desanya dimulai. Untuk membantu memahami akhir cerita, berikut beberapa poin penting dalam ending Para Perasuk:
1. Warga Desa Latas Berhasil Mempertahankan Mata Air
Konflik utama terjadi ketika Wanaria berusaha membeli tanah warga Desa Latas untuk dijadikan hotel mewah. Fahri (Ganindra Bimo) menjadi salah satu pihak yang berusaha membujuk warga agar menerima tawaran tersebut.
Menjelang akhir film, konflik semakin memanas ketika pihak perusahaan berusaha mengacaukan Pesta Sambetan. Para penyusup berpura-pura kerasukan hingga terjadi keributan yang melibatkan mereka, sekuriti, serta para perasuk. Pada bagian akhir film tersebut, terjadi beberapa hal penting seperti:
Bayu memimpin para perasuk untuk menghadapi situasi tersebut.
Peristiwa itu membuat proyek Wanaria mendapat sorotan. Investor akhirnya enggan melanjutkan pendanaan sehingga pembangunan proyek tersebut mangkrak.
Wanaria gagal menguasai mata air dan warga Desa Latas berhasil mempertahankannya.
2. Bayu Dapat Berdamai dengan Masa Lalu
Ambisi Bayu untuk menjadi perasuk terbaik perlahan berubah menjadi obsesi yang membabi buta. Ia terlalu fokus mengejar ambisinya hingga mengabaikan berbagai hal penting dalam hidup, termasuk hubungannya dengan Pawit (Chicco Kurniawan), Ananto (Bryan Domani), serta Laksmi (Maudy Ayunda).
Pada akhirnya, Bayu menyadari bahwa menjadi perasuk bukan hanya soal mendapatkan roh dengan tingkatan tinggi, melainkan juga soal kemampuan memberikan kesenangan kepada orang lain setelah mampu berdamai dengan dirinya sendiri.
Kesadaran tersebut membuat Bayu mulai menerima berbagai hal yang sebelumnya ia lawan. Ia pun mampu melepaskan obsesi tersebut, meski tidak berhasil menjadi perasuk terbaik.
3. Hubungan Bayu dan Ayahnya Membaik
Konflik Bayu dengan sang ayah (Indra Birowo) menjadi salah satu alasan dirinya begitu keukeuh mempertahankan kehidupan di Desa Latas. Bayu tidak ingin rumah warisan keluarganya dijual kepada Wanaria karena hal tersebut berarti ia harus kembali ke Jakarta dan menjalani kehidupan yang sengsara.
Namun, setelah melewati berbagai peristiwa, Bayu akhirnya mampu menerima keputusan sang ayah. Pada bagian akhir, Bayu terlihat berangkat ke kota serta menerima kehidupan barunya bersama keluarga. Ia juga mendukung sang ayah yang membuka bisnis isi ulang air galon.
4. Nasib Para Perasuk Lain
Setelah konflik dengan Wanaria berakhir, warga Desa Latas kembali menggelar Pesta Sambetan. Tradisi yang sempat terancam hilang tersebut akhirnya dapat terus dilakukan. Para perasuk pun kembali menjalankan perannya dalam pesta tersebut.
Baca Juga: Daftar Pemain Series My Chef In Crime dan Sinopsisnya
(SA)
