Konten dari Pengguna

Penjelasan Istighosah beserta Jenis-Jenis dan Keistimewaan Membacanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Istighosah. Foto: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Istighosah. Foto: freepik.com

Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk terus berdoa memohon pertolongan dan perlindungan Allah saat menghadapi cobaan. Dalam hal ini, seringkali dikatakan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan bagi hambanya kecuali ia mampu melewatinya .

Terdapat doa khusus yang dapat dibaca untuk memohon pertolongan kepada Allah, yaitu bacaan istighosah. Melansir dari buku Surat Yasin Tahlil dan Istighosah karya K. Zainuri Ihsan dan H. Mochtar Hidayat, istighosah berasal dari kata ‘al-ghouts’ yang artinya pertolongan.

Kata yang identik dengan istighosah adalah ‘istinshor’ dan ‘isti'anah’. Keduanya memiliki arti yang sama dengan istighosah, yakni meminta pertolongan. Bacaan istighosah dapat menjadi amalan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama jika sedang menghadapi kesulitan dalam hidup.

Ilustrasi Istighosah. Foto: freepik.com

Jenis-Jenis Istighosah dalam Alquran

Merangkum dari buku Surat Yasin Tahlil dan Istighosah karya K. Zainuri Ihsan dan H. Mochtar Hidayat, berikut tiga jenis istighosah yang ada dalam Alquran.

1. Istighosah yang Diperintahkan

Istighosah yang diperintahkan yaitu istighosah yang ditujukan kepada Allah SWT. Tertuang dalam firman Allah, berikut ini:

"Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah padamu, atau datang padamu hari kiamat, apakah kamu menyeru selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!" (Tidak), hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sesembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)." (QS. Al An'am: 40-41)

"(Ingatlah), saat kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan pertolongan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS. AlAnfal: 9)

2. Istighosah yang Diperbolehkan

Istighosah yang diperbolehkan adalah istighosah kepada seseorang yang mempunyai sifat hidup, ada di hadapan, dan mampu. Disebutkan dalam firman Allah:

Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, Di dalam kota itu ia mendapati dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir‘aun).” (QS. Al-Qashash: 15)

Dalam ayat tersebut menceritakan tentang kaum Bani Israil yang beristighosah kepada Nabi Musa untuk mengalahkan musuh mereka yakni Raja Firaun.

3. Istighosah yang Dilarang

Istighosah yang dilarang adalah istighosah selain kepada Allah. Misalnya, kepada orang yang sudah meninggal, berbuat syirik atau mempersekutukan Allah SWT.

Ilustrasi Istighosah. Foto: freepik.com

Keistimewaan Mengamalkan Bacaan Istighosah

Disadur dari buku Bingkai Pembiasaan Anak Saleh oleh Muhtarudin, tujuan istighosah adalah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun keistimewaan dari membaca istighosah, yaitu:

  • Mendatangkan rezeki.

  • Mendatangkan keridhaan Allah.

  • Mengusir setan.

  • Menghilangkan kemuraman hati.

  • Mendatangkan ketentraman jiwa.

  • Malaikat akan ikut meminta ampunan kepada Allah bagi orang-orang yang berdzikir.

(EAR)