Konten dari Pengguna

Penjelasan Lengkap dan Contoh Sunnah Taqririyah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sunnah taqririyah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sunnah taqririyah. Foto: Pixabay

Al-Quran dan sunnah merupakan wahyu illahi yang wajib menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Al-Quran berisi firman Allah SWT yang berkaitan dengan ajaran tauhid, ibadah, akidah, akhlak hingga ilmu pengetahuan umum lainnya.

Dihimpun dari buku Ilmu Hadits Dasar, Atho’illah Umar, Sunnah wajib diikuti karena berkedudukan sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Quran sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. Dari sunnah, hukum-hukum syariat dapat digali.

Secara istilah, sunnah merupakan hal yang berasal dari Nabi Muhammad SAW. baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat, baik fisik maupun akhlak, ataupun pengakuannya. Berdasarkan sifatnya, sunnah dibedakan beberapa jenis, salah satunya adalah sunnah taqririyah.

Lalu, apa itu sunnah taqririyah? Baca lebih lengkapnya di bawah ini beserta contohnya agar mudah dipahami.

Penjelasan dan Contoh Sunnah Taqririyah

Ilustrasi sunnah taqririyah. Foto: Pixabay

Dirangkum dari buku al-Qur’an Hadis Madrasah Aliyah Kelas X, H. Aminudin, dkk.,sunnah taqririyah adalah sunnah yang berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW tentang perbuatan para sahabatnya. Di mana Rasulullah mengetahui namun beliau hanya diam atas perbuatan tersebut.

Dalam kondisi ini, Nabi Muhammad saw tidak mengatakan sesuatu, tidak menyuruh, dan tidak pula melarang. Sikap Nabi Muhammad yang demikian itu dijadikan sebagai dasar oleh para sahabat sebagai dalil taqririyah. Sikap diam dari Rasulullah dapat dijadikan kekuatan hukum untuk menetapkan suatu ketentuan.

Dihimpun dari 165 Kebiasaan Nabi Saw karya Abduh Zulfidar Akaha, sikap Nabi Muhammad saw menunjukkan bolehnya suatu perbuatan atau perkataan. Sebab, jika suatu hal tidak diperbolehkan, beliau tidak akan berdiam diri.

Ilustrasi sunnah taqririyah. Foto: Pixabay

Berdasarkan penjelasan di atas, sunnah merupakan ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat, baik fisik maupun akhlak, ataupun pengakuan dari Nabi Muhammad saw. Berikut merupakan salah satu contoh sunnah taqririyah tentang tayamum yang dikutip dari buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Aliyah Kelas X, karya H. Aminudin, dkk.

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra berkata: "Pernah ada dua orang bepergian dalam sebuah perjalanan jauh dan waktu shalat telah tiba, sedang mereka tidak membawa air, lalu mereka berdua bertayamum dengan debu yang bersih dan melakukan shalat, kemudian keduanya mendapati air (dan waktu shalat masih ada), lalu salah seorang dari keduanya mengulangi shalatnya dengan air wudhu dan yang satunya tidak mengulangi. Mereka menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menceritakan hal itu. Maka beliau berkata kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya: 'Kamu sesuai dengan sunnah dan shalatmu sudah cukup'. Dan beliau juga berkata kepada yang berwudhu dan mengulangi shalatnya: 'Bagimu pahala dua kali' ". (HR. ad-Darimi).

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Apa saja sunnah Nabi Muhammad SAW berdasarkan sifatnya?

chevron-down

sunnah hammiyah, sunnah taqririyah, sunnah fi'liyah, sunnah qauliyah.

Apa itu sunnah taqririyah?

chevron-down

Sunnah taqririyah adalah sunnah yang berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW tentang perbuatan para sahabatnya.

Apa itu sunnah?

chevron-down

Sunnah merupakan hal yang berasal dari Nabi Muhammad SAW baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat, akhlak, ataupun pengakuannya.