Konten dari Pengguna

Penjelasan soal Proses Terjadinya Pemanasan Global

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses terjadinya pemanasan global. Foto: International Thwaites Glacier Collaboration
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses terjadinya pemanasan global. Foto: International Thwaites Glacier Collaboration

Pemanasan global telah menjadi isu dunia yang selalu mendapatkan perhatian masyarakat luas. Itu karena pemanasan global akan memicu kenaikan suhu yang dapat mengubah iklim secara ekstrem.

Fenomena pemanasan global tentu akan memberikan dampak lain yang berbahaya pada kehidupan di Bumi. Dirangkum dari berbagi sumber, pemanasan global yang terus terjadi memungkinkan seluruh es di kutub mencair dan daratan perlahan akan menghilang.

Dua puncak Kebnekaise. foto: Alexandar Vujadinovic via wikimedia commons.

Bagaimana sebenarnya proses terjadinya pemanasan global? Fenomena itu di awali dengan pancaran sinar matahari yang memasuki atmosfer Bumi. Saat memasuki atmosfer Bumi, sinar matahari harus melalui lapisan gas rumah kaca.

Setelah berhasil masuk, energi sinar matahari akan terserap oleh tumbuhan, air, dan komponen ekosistem lainnya. Kemudian, energi sinar matahari yang belum terserap akan dipantulkan kembali ke atmosfer.

Namun, sebagian dari energi sinar matahari ada yang terperangkap di gas rumah kaca dan dipantulkan kembali ke Bumi. Adapun hal-hal yang termasuk gas rumah kaca di antaranya adalah uap air, karbon dioksida, ozon, metana, dan dinitrogen oksida.

Itu yang disebut sebagai efek rumah kaca dan dapat menyebabkan bongkahan es di kutub mencair. Jika efek rumah kaca itu dibiarkan, ada kemungkinan permukaan air laut akan naik dan menenggelamkan pulau-pulau kecil serta daerah di tepi pantai.

(DNA)

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa, namun baru kurang dari 1% yang dimanfaatkan. kumparan Green Initiative Conference 2025 hadir sebagai forum lintas sektor untuk mendorong pemanfaatan sumber energi ini demi tercapainya kedaulatan energi bersih. Bergabung pada 17โ€“18 September 2025 di Hotel Borobudur Jakarta. Daftar sekarang di ๐Ÿ”— kum.pr/gic2025.