Penjelasan Tanda Baca Alquran dan Cara Melafalkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang mulia. Karena itu, untuk membacanya diperlukan pemahaman ilmu tajwid yang baik dan benar.
Salah satu hal yang harus diperhatikan saat membaca Alquran adalah tanda bacanya. Mengutip buku 1 1/2 Jam Lancar Membaca Alquran oleh Ahmad Junaeni, tanda baca dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu tanda baca vokal pendek, tanda baca vokal berakhiran “N”, tanda baca vokal panjang.
Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang tanda baca Alquran lengkap dengan contohnya.
Tanda Baca Alquran dan Contohnya
Tanda baca memudahkan seseorang dalam membaca ayat Alquran. Berdasarkan jenisnya, tanda baca Alquran dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
Tanda Baca Vokal Pendek
Fathah
Fathah adalah harakat yang berbentuk garis horizontal miring kecil yang berada di atas satu huruf arab. Secara harfiah, fathah berarti membuka, seperti membuka mulut saat mengucapkan fonem /a/. Tanda ini dibaca “a” atau “o” pada huruf hijaiyah tertentu.
Contoh: ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ (dibaca aamanar rosuulu)
Kasrah
Kasrah adalah tanda garis di bawah huruf yang dibaca “I”. posisi bibir saat membaca huruf yang bertanda baca kasrah adalah sedikit mengarah ke bawah.
Contoh: إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ (dibaca ilaihi mir robbihi)
Dhamah
Secara harfiah dhamah berarti mengumpul. Bentuknya seperti huruf wau namun ukurannya lebih kecil dan posisinya berada di atas huruf. Tanda ini dibaca “u” dan posisi bibir saat membacanya sedikit dimajukan.
Contoh: وَكُتُبِهِ (dibaca wa kutubihi)
Tanda Baca Vokal Panjang
Sesuai dengan namanya, tanda ini dibaca lebih panjang yaitu sebanyak dua ketukan. Tandanya adalah penambahan huruf alif, ya, dan wau.
Vokal panjang fathah
Fathah panjang tambahan huruf alif dan dibaca dua ketuk. Dalam Alquran, fathah panjang juga ditandai dengan tanda fathah berdiri.
Contoh :
taa تَا
jaa جَا
baa بَا
لَا نُفَرِّقُ (dibaca laa nufarriqu)
Vokal panjang kasrah
Kasrah panjang ditandai tambahan huruf ya dan dibaca dua ketuk. Dalam Alquran, kasrah panjang juga ditandai dengan tanda kasrah berdiri.
Contoh:
tii تِي
jii جِي
bii بِي
ٱلْمَصِيرُ (dibaca al-mashiiru)
Vokal panjang dhamah
Dhamah panjang ditandai dengan tambahan huruf wau dan dibaca dua ketuk.
Contoh:
tuu تُو
juu جُو
buu بُو
وَقَالُوا۟ (dibaca wa qoluu)
Tanda Baca Vokal Berakhiran “N”
Tanda baca atau harkat ini adalah tanda vokal pendek yang berakhiran an, in, dan un.
Fathahtain ( ـــً )
Tanda ini dibaca an. Lambangnya adalah dua baris fathah yang sejajar. Umumnya diberi penambahan huruf alif pada huruf hijaiyah yang berfathatain.
Contoh:
فِيْهِ ۛ ھُدًى (dibaca fiihi hudan)
Kasrahtain ( ـــٍ )
Tanda ini dibaca in. Lambangnya adalah dua baris kasrah yang sejajar.
Contoh:
فِىۡ ظُلُمٰتٍ (dibaca fii dzulumatin)
c. Dhamahtain ( ـــٌ )
Tanda ini dibaca un dan lambangnya adalah dhamah beralis.
Contoh:
بُكۡمٌ (dibaca bukmun)
(MSD)
